Profil instastories

COVID 19 VS SOCIAL DISTANCING

Setelah wabah covid-19 di tetapkan sebagai pandemic oleh WHO dan adanya kasus pertama di indonesia, pemerintah indonesia mulai mengambil kebijakan berupa Social Distancing untuk menekan angka penyebaran corona di tanah air. Social Distancing atau pembatasan jarak adalah bentuk sistematika yang di lakukan dengan membatasi atau mejaga jarak antara satu dengan lainnya untuk menghindari penyakit menular atau infeksi.

Saat ini Social distancing merupakan hal wajib yang perlu kita terapkan, bukan hanya karena untuk mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah tapi juga untuk tetap menjaga kesehatan agar tidak tertular dengan wabah yang melanda dunia saat ini yaitu covid-19 atau virus corona. Virus corona sendiri di kabarkan berasal dari kota Wuhan, China sekitar akhir tahun 2019 lalu.  Namun, social distancing sendiri tidak serta merta memberi dampak positif bagi sebagian orang, secara emosional tidak semua individu memiliki respon yang sama terhadap social distancing itu sendiri, karena ada juga individu yang memiliki respon yang berbeda terhadap interaksi sosial. Misalnya orang yang lebih sering melakukan aktivitas dan interaksi di luar rumah dan melibatkan banyak orang akan merasa kesepian jika harus tetap berada dirumah dan membatasi segala bentuk kegiatan atau aktivitas yang melibatkan banyak orang. Hal ini dapat memicu adanya peruban sikap, sifat dan kebiasaan tentu saja. Misalnya seseorang yang tidak terbiasa akan hal tersebut akan lebih merasa kesepian dan bosan jika harus mengisolasi diri di rumah. Karena rasa sepi inilah bisa membuat individu tersebut lebih jarang makan, perubahan mood yang tidak terkontrol, serta bisa saja terjadi frustasi yang mengakibatkan kematian. Miris bukan? Dr. Tracy Alloway, Profesor Psikologi dari University of North Florida juga mengatakan bahwa Menjaga jarak atau social distancing menjadi rekomendasi untuk cegah virus corona. Tapi dampaknya bisa memengaruhi kesehatan mental.

Pembatasan sosial/social distancing jika di telisik lebih dalam dapat menghambat eksistensi manusia sebagai makhluk sosial yang selalu ingin berkumpul dalam suatu kelompok, bersosialisasi dan memang pada dasarnya manusia adalah makhluk yang selalu saling membutuhkan dan tidak bisa hidup sendiri sendiri. Namun dengan ada kebijakan untuk melakukan social distancing maka intensitas untuk berkelompok dan berkumpul serta bersosialisasi secara langsung menjadi berkurang dan dampaknya tentu akan di rasakan sendiri oleh individu tersebut. Namun, saat ini social distancing perlu di terapkan, jika penarapannya kurang maksimal, maka bisa saja banyak korban yang terpapar virus corona itu sendiri. Bukti nyata yang bisa kita ambil adalah banyaknya korban yang terinfeksi di Italia dengan tingkat kematian mencapai 11% dilansir dari web sinarharapan.co, karena kurang maksimalnya social distancing mereka serta pengambilan opsi lockdown terlambat dilakukan. Dalam social distancing Adapun jarak minimal antara satu orang dengan orang lainnya ada 1,5 m. Tentu dengan hal ini kerumuanan dan pertemuan massal di upayakan untuk di hindari demi kesehatan bersama.

Menurut Mifta Thoha, (2019: 93-99) di jelaskan alasan mengapa suatu kelompok dalam masyarakat bisa terbntuk, dengan adanya kesempatan berinteraksi (lebih sering seseorang berinterksi dengan yang lainnya), yang di pengaruhi oleh lingkungan berupa jarak fisik memudahkan terbentuknya kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Namun, dengan adanya social distancing maka hal tersebut terhambat. Meskipun demikian, perlu kita ketahui bahwa selama mengisolasi diri di rumah atau social distancing banyak hal yang bisa di lakukan agar rasa bosan, kesepian, dll. Bisa kita halau. Membaca buku dan menulis di blog misalnya, hal tersebut bisa bernilai positif selama kita di rumah dan bukan hanya menekan angka penyebaran penyakit tapi juga bisa mengasah kemampuan kita. Manfaatkan media internet yang ada untuk melakukan hal-hal yang positif agar rasa jenuh dapat terobati.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.