Ciri dan Penyebab Bayi Kuning, Apakah Menjemur Bayi Bisa Jadi Perawatan Alami?

Trending 2 months ago 15
ARTICLE AD BOX

Bayi terlahir sehat tanpa kurang apapun ialah asa seluruh orang tua. Namun kadangkala ketika dilahirkan, kulit bayi dan sklera matanya nampak terlihat kekuningan. Apabila Ayah dan Bunda mendapati kondisi bayi seperti itu, janganlah panik. Kasus bayi kuning atau penyakit kuning ialah hal yang biasa terjadi. 

Apakah penyakit ini berbahaya atau tidak, serta membutuhkan perawatan di rumah sakit? Simak penjelasan berikut untuk mengetahui lebih jauh mengenai penyakit kuning pada bayi baru lahir dan bagaimana penanganannya. 

Apa itu bayi kuning?

Bayu kuning atau penyakit kuning merupakan kondisi yang terjadi ketika bayi baru pada bagian putih mata (sklera) dan kulitnya menguning. Penyakit kuning pada bayi baru lahir merupakan hal yang umum terjadi karena disebabkan bayi mempunyai kadar bilirubin yang tinggi. Bilirubin merupakan pigmen kuning yang dihasilkan selama proses pemecahan sel darah merah secara normal. 


Pada anak-anak dan orang dewasa, hati akan memproses bilirubin yang kemudian melewati saluran usus. Sementara hati bayi yang baru lahir tetap berkembang sehingga belum cukup matang untuk mengeluarkan bilirubin. Inilah yang membikin bayi baru lahir cenderung mempunyai kadar bilirubin tinggi. 

Maka dari itu, ketika bayi baru dilahirkan, ia akan diperiksa untuk mendeteksi adanya penyakit kuning atau tidak. Tes akan diulangi sekali lagi ketika bayi berusia 3-5 hari untuk memastikannya kembali. Jika kadar bilirubin rendah dan tak tampak gejala, maka sang bunda dan bayinya dapat pulang ke rumah. Meski sudah di rumah, namun kondisi bayi tetap harus lanjut dipantau setidaknya selama 2-3 minggu untuk benar-benar memastikan tak timbul penyakit kuning.

Gejala atau ciri-ciri penyakit kuning pada bayi baru lahir

Penyakit kuning pada bayi baru lahir dapat diamati gejala atau ciri-ciri yang tampak, misalnya:

Mata dan kulit menguning. Biasanya perubahan ini dimulai dalam 2-4 hari setelah bayi dilahirkan dan akan mulai menyebar dari paras hingga ke seluruh tubuh. Jika kulit bayi ditekan dengan pelan menggunakan jari, maka area tersebut akan menguning. Hal tersebut dapat menjadi kemungkinan terjadinya penyakit kuning. Pemeriksaan media menunjukkan tingkat bilirubin dalam tubuh bayi memuncak antara 3-7 hari setelah ia dilahirkan.  Penyebab bayi menjadi kuning

Ada beberapa penyebab kenapa bayi baru lahir mempunyai resiko yang tinggi terkena penyakit kuning, di antaranya adalah:

Bayi prematur (lahir sebelum usia kandungan memasuki 37 minggu). Bayi yang tak mendapatkan cukup ASI atau susu formula dikarenakan susah menyusu atau ASI bunda yang sukar keluar. Bayi rupanya mempunyai golongan darah yang berbeda dengan ibunya. Perbedaan golongan darah ini dapat menyebabkan penumpukan antibodi di dalam tubuh bayi yang bisa menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara mendadak. 

Selain itu, penyakit kuning dapat juga disebabkan oleh unsur lain, meliputi:

Terjadi memar saat persalinan atau pendarahan internal Masalah pada organ hati Infeksi  Kelainan pada sel darah merah bayi Kekurangan enzim  Tingkat oksigen yang rendah Cara menangani bayi kuning secara tepat

Penanganan pada bayi yang mengalami penyakit kulit menyesuaikan dengan parah atau tidaknya kondisi mereka. Apabila penyakit kuning dikategorikan ringan atau rendah, maka penanganan dan penyembuhan dapat dilakukan di rumah. Sementara kalau dideteksi penyakit kuning yang parah, bayi harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Penanganan bayi kuning di rumah sakit

Umumnya saat bayi dilahirkan di rumah sakit, sangat krusial bagi Ayah dan Bunda untuk segera memeriksakan bayi mereka setelah lahir untuk mengecek kadar bilirubin dalam tubuh bayi melalui tes darah dan tes kulit. Biasanya kadar bilirubin akan meningkat antara 3-7 hari pasca kelahiran. 

Selain itu akan dilakukan tes tambahan untuk mengecek seberapa tingkat keparahan penyakit kuning tersebut. Apabila tes menunjukkan kondisi yang parah maka bayi memerlukan perawatan tambahan. 

Dokter akan melakukan metode fototerapi untuk mengatasi penyakit kuning pada bayi. Metode ini bekerja dengan langkah bayi akan ditempatkan di tempat tidur spesifik di bawah sinar spektrum biru khusus, dengan hanya mengenakan popok dan kacamata pelindung. Sinar ini berfungsi untuk memecah bilirubin dalam tubuh bayi. Metode ini sangat efektif digunakan untuk mengobati sakit kuning pada bayi. 

Namun, apabila ditemui kasus dengan kondisi yang sangat parah, maka dokter akan melakukan transfusi darah. Hal ini untuk menggantikan sel darah bayi yang sudah rusak dengan sel darah merah yang sehat, sehingga bisa mengurangi kadar bilirubin. 

Cara merawat bayi kuning di rumah 

Apabila bayi baru lahir mengalami penyakit kuning ringan, maka akan sembuh dengan sendirinya ketika organ hati bayi mulai dapat bekerja secara penuh. Sangat disarankan untuk para bunda yang bayinya mengalami penyakit kuning untuk lanjut menyusui sebanyak 8-12 kali dalam sehari untuk membantu sang bayi mengeluarkan bilirubin dari tubuhnya. 

Cara menjemur bayi untuk mengatasi sakit kuning

Cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan rutin menjemur bayi baru lahir setiap pagi di bawah sinar mentari langsung. Sinar mentari akan membantu memecah bilirubin dalam darah bayi, sehingga kadarnya akan menurun dan kembali normal.

Selain itu, sinar mentari rupanya mengandung spektrum biru yang bermanfaat untuk mengurangi kadar bilirubin yang tinggi di dalam tubuh. Waktu yang pas untuk menjemur bayi ialah sebelum pukul 10 pagi selama 15-30 menit selama 2-3 kali dalam seminggu.

Namun banyak pendapat mengenai efektivitas menjemur bayi untuk atasi bayi kuning. Menurut Dokter Yaulia Yanrismet, Sp.A, menjemur bayi di bawah sinar mentari memang bisa membantu menurunkan bilirubin bayi baru lahir secara tak langsung. Namun, prosesnya tidak akan terasa secara langsung, Bunda.

Dijelaskan Yaulia, bayi yang dijemur dapat merasa kehausan, sehingga akan lebih banyak menyusu. Nah, saat kebutuhan ASI tercukupi akan mendorong penyembuhan lebih cepat.

"Seperti diketahui, minum banyak cairan ialah salah satu langkah untuk menurunkan kadar bilirubin yang tinggi," tuturnya.

Namun tetap ingat, tak dianjurkan untuk menjemur bayi dalam waktu lama. Selain sinar biru, mentari juga terdiri dari sinar ultraviolet (UV) A, UV B, dan inframerah.

"Bilirubin dalam tubuh dapat pecah dengan sinar biru. Sinar biru ini terdapat di matahari, tapi dalam jumlah mini atau tak efektif untuk mengatasi kuning," kata Dokter Spesialis Anak Paruh Waktu di RS Hermina Jatinegara ini. 

Bahaya penyakit kuning pada bayi

Pada umumnya, kondisi bayi yang menguning  tidaklah berbahaya, karena hal ini normal terjadi ketika bayi baru dilahirkan.  Pada sebagian kasus, penyakit bilirubin memang akan lenyap dalam waktu 2-3 minggu dengan sendirinya. Tapi di sisi lain apabila kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat beresiko menyebabkan bayi mengalami tuli, lumpuh otak, atau kerusakan otak lainnya. 

Namun Bunda perlu mewaspadai kalau Si Kecil menunjukkan tanda akut atau parah yang beresiko meningkatkan kerusakan otak permanen. Jadi, segeralah hubungi dokter atau membawa anak ke rumah sakit, apabila Bunda memandang gejala-gejala pada bayi yang sakit kuning berikut ini:

Penyakit kuning menyebar lebih intens. Bayi mengalami demam 38 derajat celcius. Warna kuning yang semakin jelas terlihat. Saat menyusu, bayi tampak lemas, letih, dan lanjut menangis kencang. Cek fakta seputar penyakit kuning pada bayi

Masih banyak hal yang mungkin saja menjadi pertanyaan atau Bunda mengenai penyakit kuning pada bayi. Meski begitu belum tentu seluruh hal tersebut benar adanya. Bisa saja hanya mitos tak berdasar. Berikut rangkuman beberapa beberapa penjelasan disertai dengan fakta sebenarnya.

Bayi kuning karena ASI, benarkah?

Bayi kuning dikarenakan ASI ialah hal yang salah. Penyebab bayi mengalami penyakit kuning ialah kadar bilirubin dalam darah yang tinggi. Kadar bilirubin ini bukanlah berasal dari ASI, melainkan pigmen berwarna kuning yang dihasilkan dari proses pemecahan sel darah merah.

Sebaliknya, apabila Bunda lanjut menyusui Si Kecil yang terdeteksi mengalami penyakit kuning, maka kadar bilirubin dalam tubuh mereka akan menurun. Hal ini karena ASI membantu bayi untuk mengeluarkan kadar bilirubin ke luar tubuh.

Berapa lama bayi terkena penyakit kuning? 

Penyakit kuning biasanya terjadi selama 2-3 minggu setelah bayi dilahirkan. Dalam kurun waktu tersebut, Bunda dapat memantau perkembangan kulit dan sklera mata Si Kecil yang menguning dengan lanjut menyusuinya dan menjemurnya di bawah sinar matahari.

Apabila warna kuningnya tak kunjung menghilang disertai dengan gejala akut seperti yang sudah disebutkan di atas, maka segeralah pergi ke rumah sakit agar Si Kecil mendapatkan penanganan lanjutan.  

Penyakit kuning membikin bayi kurang aktif, benarkah?

Apabila bayi yang mengalami sakit kuning tampak letih dan lesu ketika menyusui sehingga kurang aktif memang perlu diwaspadai. Karena dapat saja hal tersebut menunjukkan respon bahwa penyakit kuning sudah parah. 

Meski begitu, agar lebih niscaya dan pas diagnosisnya, maka Bunda dapat pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi Si Kecil dan kadar bilirubin di dalam tubuhnya. Sehingga kalau didapati kadar bilirubin yang tinggi maka akan mendapatkan penanganan yang pas dan sigap dari tim dokter.

(rap/rap)