Profil instastories

Cinta yang beda

  Apa yang kamu rasakan saat cintamu tak bisa bersatu bukan karena orang ketiga,bukan juga karena restu orang tua tapi karena tuhan mu yang berbeda.

 

 

  Saat tempat beribadahmu berbeda tempat, saat cara beribadahmu berbeda cara. Mampukah kamu mempertahankannya, yang jelas jelas tuhan saja melarangnya.

 

 

  Yah itulah yang kini aku rasakan, berada kebimbangan antara menyudahi atau melanjutkan. Sungguh akupun tak menyangka jika cintaku akan berlabuh pada sosoknya, yang bahkan sedari awal hubunganku sudah tak dibolehkan oleh sang pencipta.

 

 

Roky Samudra namanya, sosok laki laki yang  sangat pantas menjadi kriteria idaman wanita. Tampan, mapan dan setia. Sungguh banyak wanita yang patah hati karenanya.

 

 

Awal aku jumpa dengannya adalah saat dia menjadi tamu undangan dalam acara ulang tahun kantor tempatku bekerja, saat itu mobil ku mogok tengah jalan, dan aku dengan tidak malunya mencegatnya meminta tumpangan. Sesudah itu kami mulai dekat hingga akhirnya kami jadian.

 

 

Bodoh memang aku waktu itu mengapa tak pernah aneh saat dia tak pernah mengucapkan salam padaku. Hingga saat hubunganku berjalan hampir 2 bulan, aku ke rumahnya yang ternyata dia tengah ke gereja untuk beribadah. Seketika aku shock tak tahu harus apa, namun aku memilih tetap melanjutkan hubungan dengannya.

 

 

Hingga kini saat hubunganku berjalan hampir 3 tahun lamanya, dan orang tua sudah tahu yang sebenarnya. Mereka menentang keras hubungan itu, meminta aku mengakhiri dan menikahi pria pilihan mereka. Aku menolak sebab bagaimanpun aku mencintai Roky.

 

¤¤¤

 

"Ky"panggilku menghampiri tempatnya berada.

 

 

Hari ini aku janji bertemu dengannya membahas masalah orang tuaku yang tak merestui hubungan kita.

 

 

Roky hanya tersenyum namun aku tahu senyum itu tidak sampai ke hati, matanya tak bisa berbohong padaku.

 

 

Kami berjanjian di taman tempat saat merayakan anniversary yang ke 1 dulu.

 

"Ky__"

 

 

"Dinda mending kita putus aja," potong Roky cepat tanpa basa basi.

 

 

Aku terkejut tentu saja, ini tidak sesuai ekspetasiku.

"Maksud kamu?"

 

 

"Kita salah Din, sejak awal memang kita yang salah. Kita terlalu memaksakan takdir yang jelas tidak akan bisa bersatu,"

 

 

"Tapi gak harus putus Ky,"

Aku rasakan mataku mulai memanas yang sepertinya sebentar lagi akan turun air mata. Harusnya ada jalan lain dari masalah ini.

 

 

"Cuma itu jalan keluarnya, aku gak mau gara gara hubungan kita, hubungan kamu da orang tua kamu jadi rusak."

 

 

"Kamu gak cinta sama aku?"

 

 

"Enggak Din, aku mencintai kamu,sungguh. Tapi mungkin memang kita gak jodoh,"

 

 

"Aku gak mau hikss."runtuh sudah pertahanan diri ini, apa memang harus begini akhirnya.

 

 

Aku rasakan Roky memelukku membuat aku segera menenggelamkan kepalaku dalam dekapannya, dalam dada bidang yang selalu membuat aku nyaman. Entah nanti aku bisa merasakannya lagi atau tidak.

 

 

"Maaf Din, ini yang terbaik buat kita."

 

Ku rasakan tubuh yang mendekapku ini ikut bergetar, Roky menangis? Selama aku mengenalnya baru kali ini aku lihat laki laki yang selalu bersikap dewasa ini menangis. Ini memang berat bukan hanya untukku tapi juga untuknya.

 

 

"Aku cinta kamu Roky,"

 

"Aku juga cinta kamu,  Happy anniversary yang ke tiga sayang sekaligus aniv terakhir kita."

 

 

 

Tangisku semakin kencang mendengar ucapannya, adakah yang lebih sakit dari ini. Hubungan berakhir saat hari jadianmu.

 

 

Hari itu kami habiskan dengan menikmati waktu bersama, setidaknya ada kenangan yang akan kami ingat saat benar benar berpisah nanti.

 

 

¤¤¤

"Din kamu udah siap, ayo turun kasian suami kamu udah nungguin."panggilan mama menyadarkanku dari lamunan.

 

 

Menghapus air mataku yang entah sejak kapan turun, beruntung make up ku waterproof jadi air mataku tidak membuat luntur make up ini.

 

 

Aku mengikuti mama yang keluar menyambut tamu undangan, yah sejak berkahirnya hubunganku, orang tuaku memaksaku menerima perjodohan itu, aku yang terlalu terpuruk karena patah hati sebenarnya merasa tak terima, tidakkah mereka merasakan jika ada di posisiku.

 

 

Namun akhirnya dengan sangat terpaksa aku menerima perjodohan itu, dan 3 bulan kemudian inilah aku yang kini resmi menjadi suami orang. 

 

 

Tentang Roky kami sama sama pergi menjauh, mencoba melupakan satu sama lain, yang entah bisa atau tidak akupun tak tahu.

 

 

Aku berdiri disamping Yoga, Yoga pratama laki laki pilihan ayah. Dia tiga tahun lebih tua dariku. Dia tampan namun bagiku Roky lebih tampan. Entah aku masih sering membandingkan mereka berdua.

 

 

Aku menahan napas sekilas saat melihat dia disana, di antara barisan tamu yang ingin bersalaman. Melihat bagaimana tatapan hancur itu berusaha dia sembunyikan dengan senyuman. Namun tentu sia sia karena aku mengenal betul dia. 

 

 

Aku memang mengundang Roky, meski orang tuaku sempat melarang tapi aku memohon dengan sedikit janji, bahwa tidak akan ada kekacauan.

 

 

Dan disinilah dia berdiri di depanku, mengulurkan tangan padaku, mataku berkaca kaca menerima uluran tangan itu. Ya tuhan haruskah begini takdirnya.

 

 

"Selamat Din, semoga bahagia selamanya."ucapanya singkat, meski aku tahu matanya memancarkan "meski bukan dengan aku bahagiamu."

 

 

Rasanya aku ingin pergi ke kamar dan menangis sekarang juga, meluapkan betapa aku mencintai laki laki ini. Namun aku ingat janji dengan orang tuaku.

 

"Bahagiain dia ya, jangan buat dia sedih,"

 

 

Aku masih bisa mendengar ucapannya pada Yoga, aku tahu Yoga pasti heran karena Roky berkata seperti itu, tapi biarlah,biarkan ini menjadi kenangan bagiku. Kenangan ku tentang dia. Sosok laki laki sempurna yang pernah menjadi bagian dari takdirku.

Laki laki yang ketulusan dan kesetiannya mampu menjagaku, yang selalu membuat aku menjadi wanita paling bahagia di dunia.

 

 

Mungkin benar kata salah satu orang bahwa cinta beda agama itu salah, sejak awal tidak seharusnya cinta beda agama itu dilanjutkan. Karena saat benar benar mencintai bukan hanya satu hatu tapi akan ada dua hati yang tersakiti.

 

 

 

The End

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani