Profil instastories

Cinta Monyet

SMA Bakti mulia tampak ramai pada pagi ini. Ratusan anak terlihat berbaris rapi di tengah lapangan, dengan berbagai raut wajah yang di tampilkan. Sudah tak asing memang apalagi jika masa orientasi tengah berlangsung seperti saat ini.

 

Jenuh,bosan,itulah yang saat ini mereka rasakan. Apalagi ini adalah hari terakhir masa orientasi.

 

Itu juga yang tengah di rasakan oleh sosok remaja laki laki bernama Rama yang duduk di barisan paling belakanng, bosan dan malas mendengar pidato osis yang selalu itu itu saja.

 

Pandangannya menoleh ke kanan dan kiri, hingga matanya menangkap satu objek yang nampak berbeda di antara barisan manusia ini. Seorang gadis dengan rambut berkucir kuda, berkulit kuning langsat yang terlihat cantik di bawah terpaan sinar matahari.

 

Merasa di perhatikan gadis itu menoleh ke arah Rama, membuat Rama salah tingkah segera mengalihkan pandangan ke arah depan, pura pura fokus dengan apa yang dibicarakan.

 

Anita tersenyum tipis menatap Rama yang salah tingkah di tempatnya, dia sadar sedari tadi pemuda itu memperhatikannya. Dengan langkah pelan Anita berjalan menuju ke arah Rama, berjongkok di belakangnya.

 

Rama kembali menatap ke arah gadis tadi, namun yang di cari sudah menghilang. Rama menghela napas karena kehilangan objek yang menjadi pemandangannya tadi.

 

 

"Nyariin gue"sebuah suara dari belakang tubuhnya membuat Rama terkejut, buru buru Rama menolehkan kepalanya. Melihat gadis tadi ada belakangnya.

 

 

 

"Elo!"

 

 

 

"Sttt jangan berisik, di suruh ke depan tahu rasa nanti" ucap gadis itu menempelkan jari telunjuk ke bibir isyarat agar Rama diam.

 

 

 

Rama diam dengan pipi memerah, malu karena bisa sedekat ini dengan seorang gadis. Seumur umur Rama belum pernah dekat dengan gadis manapun kecuali ibu dan kakak perempuannya.

 

 

 

Anita terkekeh pelan melihat pipi Rama yang memerah. "astaga polos sekali dia"gumam Anita dalam hati

 

¤¤¤

Rama berjalan santai menuju kelasnya, ini sudah satu minggu berlalu semenjak masa orientasi. Kini Rama sudah resmi menjadi siswa SMA Bakti mulia.

 

Tentang gadis itu sejak hari terakhir mos hingga saat ini Rama tak pernah lagi bertemu, meski dalam satu lingkup sekolah Rama merasa seakan gadis itu sangat jaih darinya. Bahkan sampai kini Rama tak tahu nama gadis itu.

 

Tepukan ringan di pundaknya membuat Rama menoleh, menatap Pandu teman barunya dengan pandanga bertanya.

 

"Ikut gue yuk, ada yang seru di lapangan,"ajak Pandu dengan semangat.

 

 

 

"Ada apaan sih?"

 

 

 

"Udah ikut aja" Rama segera mengikuti Pandu yang terlihat semangat berjalan menuju lapangan. 

 

Dilapangan ternyata sudah ramai oleh anak anak yang tengah berdiri di pinggir lapangan, mereka terlihat menonton sesuatu.

 

Rama membelah barisan mengikuti Pandu yang menyeruak ke depan. Rama terperanjat kaget melihat gadis yang di carinya ada di tengah lapangan bersama seorang laki laki yang sepertinya kakak kelas Rama. 

 

Bertanya tanya ada apa antara gadis itu dan kakak kelasnya, tapi tunggu dari badge kelas sepertinya gadis itu juga kakak kelasnya, jadi selama ini dia menyukai kakak kelas. Bodohnya dia yang dulu tidak memperhatikan pakaian gadis itu karena terlalu fokus dengan wajahnya.

 

 

 

Rama kembali menatap dua orang di depannya yang terlihat berbincang bincang dengan suasana tegang.

 

 

 

"Anita Ambarwati loe mau gak jadi cewek gue,"ucap laki laki itu berteriak, membuat beberapa perempuan memekik senang.

 

 

 

Jantung Rama berdegup kencang menunggu jawaban gadis itu yang ternyata bernama Anita. 

 

 

 

Namun bukannya menjawab Anita malah terlihat seperti membisikkan sesuatu di telinga laki laki itu, dan sepertinya sesuatu yang tidak menyenangkan terlihat dari raut wajah laki laki itu yang mengeras.

 

 

 

Anita berlalu pergi meninggalkan lapangan, belum benar benar pergi saat dia menatap Rama yang juga tengah menatap ke arahnya.

 

 

 

Buru-buru Rama mengejar Anita yang berjalan menuju taman belakang, taman yang jarang di kunjungi karena letaknya paling ujung dan sepi.

 

Anita tengah duduk di kursi yang dinaungi pohon besar, pelan pelan Rama berjalan menghampirinya.

 

"Ngapain ngikutin gue?"

 

 

 

Rama berhenti melangkah, ternyata Anita sadar dia mengikutinya. Rama kembali berjalan duduk di sisi kosong sebelah Anita.

 

"Gapapa cuma pengen aja,"jawab Rama sekenanya.

 

 

"Gak jelas banget sih"

 

Hening tidak ada lagi percakapan di antara mereka, sama sama asik dengan pikiran masing masing.

 

 

"Elo tadi nolak dia ya?"tanya Rama memulai percakapan.

 

"Kalo iya kenapa, mau nembak gue juga?"ucap Anita blak blakan.

 

"Frontal banget sih, sampai kepo gue apa jangan jangan elo nolak dia juga sefrontal ini tadi"

 

"Kepo banget sih"

 

"Kalo gue nembak elo sekarang, apa loe bakal jawab kayak jawaban elo ke dia"Rama menatap lekat ke arah Anita.

 

"Apasih masih kecil juga udah mikir pacaran. Sekolah yang bener sana"

 

"Serius! Gue suka sama elo bahkan mungkin gue udah jatuh cinta sama elo"

 

"Dengerin gue, Loe itu masih kecil jalan elo masih panjang, jadi sekarang fokus aja sama sekolah elo sampai sukses. Lagian yang elo rasain mungkin cuma cinta monyet doang"

 

"Tapi__"

 

"ssstt elo itu baru gede jangan ngomongin cinta. Oke?"ucap Anita.

 

"Gue pergi dulu, inget kalo udah sukses baru mikirin cinta."lanjut Anita pergi meninggalkan Rama sendiri. Meninggalkan Rama dengan sejuta pertanyaan, namun yang paling ingin di tanyakan bagaimana perasaan Anita padanya.

 

The End

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani