Cegah Republik Honorer, Massa Nakes Desak Diangkat ASN ke Azwar Anas

Trending 1 week ago 11
ARTICLE AD BOX

CNN Indonesia

Kamis, 22 Sep 2022 12:54 WIB

Bagikan :  

Massa tenaga kesehatan yang menggelar demonstrasi meminta pemerintah segera mengangkatnya jadi ASN agar tenaga honorer tak terlalu banyak. Tenaga kesehatan honorer menggelar demonstrasi menuntut pengangkatan menjadi aparatur sipil negara (CNN Indonesia/Feraldi Hifzurahman)

Jakarta, Instastori Indonesia --

Tenaga kesehatan (nakes) dan non-nakes honorer merespons kekhawatiran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas soal 'Republik Honorer'.

Mereka menilai kekhawatiran Azwar Anas merupakan salah satu isu yang tengah diperjuangkan tenaga honorer, termasuk dari sektor kesehatan.

Kris, Tenaga Administrasi Kehumasan di salah satu rumah sakit di Kuningan, Jawa Barat, mengatakan kekhawatiran tersebut muncul karena tak ada pembatasan pengangkatan tenaga honorer.

"Ini juga salah satu yang kami perjuangkan, makanya hentikan. Hentikan pengangkatan honorer, angkat kami jadi ASN," kata Kris di sela-sela unjuk rasa yang berlangsung di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (22/9).

"Kan niscaya setiap tahun ada yang pensiun, tambal sulam. Jadi sekarang terus-terusan diangkat ya karena tak pernah ada pembatasan, (kenyataan) di daerah seperti itu," lanjutnya.

Kris juga berharap pemerintah tak luput memerhatikan nasib tenaga honorer seperti dirinya. Dengan demikian, rencana pemerintah mengurangi honorer dapat terlaksana tanpa harus mengabaikan nasib tenaga honorer yang tetap aktif.

"Saya lebih sepakat ditutup dulu dan kami-kami ini yang sudah puluhan tahun mengabdi harapannya ya diangkat jadi ASN. Diurus dulu, diselesaikan dulu," ucap Kris.

Respons serupa juga disampaikan Septi, nakes yang sehari-hari bertugas di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia menilai pemerintah perlu mengeluarkan regulasi untuk tak lagi mengangkat tenaga honorer.

Kemudian, ia berharap pemerintah tak abai dengan masalah kesejahteraan yang tetap menjadi keluhan tenaga honorer saat ini. Salah satu solusi yang dituntut nakes dan non-nakes honorer merupakan dengan mengangkat mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Habiskan dulu honorer yang ada, dengan mengeluarkan regulasi untuk seleksi Pengadaan CPNS dan menutup dari jalur umum," ucap Septi.

"Bagaimana pun kalau misal tak diselesaikan, tak akan selesai-selesai. Habiskan dulu honorer yang ada untuk menyelesaikan masalah yang sekarang terjadi," lanjutnya.

Sebelumnya, Azwar Anas menilai Indonesia bakal jadi 'Republik Honorer' bila pemerintah pusat dan daerah lanjut menerus mengangkat tenaga honorer.

"Nah kalau lanjut menerus jadi tantangan kita semua, jangan-jangan kalau honorer lanjut diangkat ini republik kita jadi republik honorer," kata Anas saat acara Penandatanganan Keputusan Bersama Netralitas Pegawai ASN di kanal YouTube Kementerian PANRB, Kamis (22/9).

Anas mengatakan pemerintah saat ini tengah menghadapi dilema soal isu kepegawaian. Di satu sisi pemerintah mau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimiliki dapat bersaing di era disrupsi, tapi di sisi lain gelombang pegawai honorer lanjut direkrut dan tumbuh di Indonesia.

Di sisi lain, Forum Komunikasi Honorer Nakes dan Non-Nakes (FKHN) memggelar aktivitas tenteram di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat hari ini.

Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitkan Peraturan Presiden (PP) spesifik yang mengatur honorer nakes dan nonnakes dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

(frl/bmw)

[Gambas:Video CNN]

Bagikan :