Cara Mengatasi Anak Mogok Makan dengan Metode 2-30-2, Benarkah Efektif?

Trending 3 days ago 5
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak, akan ada banyak masalah yang Bunda hadapi. Salah satu yang kerap terjadi ialah anak mogok makan atau melakukan gerakan tutup mulut (GTM).

Anak mogok makan ini dapat terjadi karena berbagai macam hal. Meski begitu, Bunda tetap harus mencari solusi agar anak tertarik untuk makan dan memenuhi nutrisi hariannya.

Salah satu metode yang kerap digunakan untuk mengatasi anak yang mogok makan ialah metode 2-30-2. Metode ini berisikan jadwal pemberian makan anak sekaligus mengajarkan anak tentang rasa lapar.


Dalam metode ini, 2 jam sebelum makan Si Kecil tak boleh mengonsumsi ASI, susu, dan snack. Mereka hanya boleh diberikan air putih dalam jumlah yang sedikit.

Selanjutnya, anak maksimal makan dalam waktu 30 menit. Kalau Si Kecil belum menghabiskan makanannya dalam waktu 30 menit, Bunda harus segera menghentikan kegiatan pemberian makan.

Setelahnya, 2 jam setelah makan tak boleh mengonsumsi ASI, susu, dan camilan. Anak lagi-lagi hanya boleh diberikan air putih dalam jumlah sedikit.

Apakah metode 2-30-2 efektif?

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr.Melisa Anggraeni, M.Biomed, Sp.A, metode 2-30-2 ialah salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi anak yang GTM atau mogok makan. Metode ini juga mengajarkan anak untuk disiplin pada jam makan.

"Salah satu strateginya benar, dengan langkah metode 2-30-2. Pada dasarnya metode ini ialah semacam istilah untuk mempermudah mengingat bagi para ibu," katanya pada HaiBunda, Rabu (23/11/2022).

"Intinya ialah disiplin jam makan pada anak, konsep mengenalkan kenyang dan lapar pada anak, serta waktu makan yang tak lebih dari 30 menit," sambungnya.

Hal ini turut dibenarkan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc., Sp.A. Anak yang terlalu sering makan atau makan dalam waktu yang lama akan merasa kenyang lebih lama dan malas makan.

"Iya itu feeding rules. Membuat anak lebih muncul rasa laparnya, kalau terlalu sering makan, atau terlalu lama makannya, anak jadi kenyang lanjut jadinya males makan," tutur dr Denta pada HaiBunda.

Lantas seperti apa jadwal makan anak yang bagus menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ya? Simak selengkapnya di laman berikutnya yuk, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

[Gambas:Video Haibunda]

fase-anak

Anak Usia 7-12 Bulan Ketahui lebih jauh perkembangan anak 7-12 bulan. Cek Yuk arrow-right