Profil instastories

Bunga Arbutus

Prolog

Ariel dan Luna sudah berada di dalam mobil Ariel. Hari ini adalah hari jadi mereka yang ke-1 tahun dan mereka berniat untuk merayakannya dengan candle light dinner. Ah, jangan lupakan sesuatu. Sebenarnya Luna sudah menolaknya tapi Ariel tetap keukeuh memaksanya.

Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 30 menit akhirnya mereka sampai ke sebuah tempat. Sepi, hanya ada lampu kecil-kecil yang menerangi tempat tersebut. Luna menyelipkan tangannya di lengan Ariel dengan perasaan tak terbaca. Ia takut karena tempatnya lumayan jauh dari keramaian. Ariel tersenyum menenangkan ke arah Luna. Ia mengelus jemari Luna seperti mengisyaratkan 'tidak akan terjadi apa-apa'. Luna mengangguk paham lalu mulai mengikuti Ariel dengan tangan yang tetap melingkar di lengan Ariel.

Mata Luna membelalak takjub saat mendapati sebuah tempat yang sangat indah. Gemerlap lampu dan suara alunan biola menambah kesan romantis pada tempat ini. Benar-benar sempurna. Luna sama sekali tidak menyangka Ariel akan memberikannya kejutan sampai seperti ini.

Reflek Luna memeluk Ariel dengan sangat erat menyembunyikan kepalanya dalam dada bidang kekasihnya. Ariel membalasnya dengan mengusap punggung Luna sayang. Ia mengecup sekilas puncak kepala Luna lalu mempersilakan Luna untuk segera duduk di tempat yang sudah tersedia.

Makan malam berjalan dengan sangat lancar, alunan gesekan biola menemani mereka hingga suapan terakhir.

Ariel menoleh ke arah seseorang yang memainkan alunan musik tadi dan mengisyaratkan agar ia meninggalkannya dengan Luna. Ia mengerti dan segera menunduk untuk pamit undur diri. Ariel hanya tersenyum sebagai jawaban.

"You wanna dance with me?" Ariel menatap kedua iris gadisnya intens membuat Luna menunduk dan akhirnya mengangguk meskipun sedikit ragu.

Ariel tersenyum bahagia saat membantu Luna untuk berdiri. Mereka sedikit menjauh dari tempat makan.

Luna mengalungkan tangannya di leher Ariel dan Ariel melingkarkan tangannya di pinggang Luna. Ariel menatap Luna tanpa berkedip jarak keduanya semakin terkikis ketika Ariel menempelkan dahinya di dahi Luna. Luna sendiri dapat merasakan hangatnya hembusan nafas Ariel. Luna hanya menunduk, ia tidak sanggup untuk menatap mata Ariel.

"Lun ... "

Suara Ariel yang serak-serak sexy itu berhasil memecah keheningan diantaranya.

"Di dunia ini tidak ada yang lebih membahagiakan selain bisa bersama kamu ... aku sayang kamu Luna." ucap Ariel lirih.

Mendengar penuturan Ariel, Luna meneteskan air matanya. Dalam hati ia menjerit merasa bersalah. Hatinya selalu sakit saat Ariel mengutarakan perasaannya. Ariel benar-benar sangat menyayanginya.

Ariel yang mendengar isakan Luna langsung peka. Ia meraih dagu Luna dan meminta Luna untuk menaikkan sedikit wajahnya. Luna menurutinya, ia mengangkat wajahnya dengan matanya yang masih sangat basah. Ia menggigit bibir bawahnya. Hatinya kacau jika seperti ini terus.

Tanpa ba-bi-bu lagi Ariel langsung menarik Luna ke dalam pelukannya membenamkan kepala gadisnya di dada bidangnya dan membiarkan Luna membasahi bajunya.

Ariel sendiri merasa kecewa kepada dirinya. Sudah satu tahun ia bersama Luna tapi ia sama sekali belum bisa membuat Luna beranjak melupakan masa lalunya.

Sebegitu besarnyakah pengaruh mantan Luna terhadap hidup Luna?

"Aku akan bertahan demi kamu Luna ...."

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani