Bunda Perlu Pahami, Ini Perbedaan Servisitis vs Kanker Serviks

Trending 2 months ago 23
ARTICLE AD BOX

Penyakit servisitis dan kanker serviks sama-sama menyerang serviks. Namun, keduanya merupakan penyakit yang berbeda dan mempunyai gejala yang berbeda, Bunda. 

Kanker serviks ialah momok bagi tiap wanita, padahal servisitis juga tak kalah mengancam. Ini bahkan lebih sering dialami, lho. 

Perbedaan servisitis dan kanker serviks 

Dilansir dari Healthline, serviks merupakan bagian terendah dari rahim dan meluas sedikit ke dalam vagina. Di sinilah darah menstruasi keluar dari rahim. 



Seperti jaringan tubuh lainnya, serviks dapat meradang karena berbagai alasan, termasuk proses persalinan. Peradangan serviks ini lah yang kemudian dikenal sebagai servisitis.

Sementara kanker serviks ialah jenis kanker yang terjadi pada sel-sel leher rahim, bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Berbagai jenis virus, seperti human papillomavirus (HPV) atau infeksi menular seksual (IMS) berperan dalam menyebabkan sebagian besar kanker serviks.

Saat terpapar HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya mencegah virus melakukan kerusakan. Namun pada sebagian wanita, virus memperkuat selama bertahun-tahun, berkontribusi pada proses yang menyebabkan beberapa sel serviks menjadi sel kanker.

Gejala servisitis dan kanker serviks 1. Gejala servisitis

Beberapa dari Bunda yang mengalami servisitis mungkin tak mengalami gejala. Ketika gejala hadir dapat meliputi:

Pendarahan vagina yang tak normal. Keputihan warna abu-abu atau putih persisten yang mungkin mempunyai bau. Nyeri vagina. Rasa sakit saat berhubungan intim. Perasaan tekanan pada panggul. Sakit punggung.

Serviks dapat menjadi sangat meradang kalau servisitis berlanjut. Dalam beberapa kasus, bahkan berkembang menjadi luka terbuka. Keputihan seperti nanah merupakan gejala servisitis yang sudah parah.

2. Gejala kanker serviks

Kanker serviks stadium awal umumnya tak menunjukkan gejala. Namun kalau sudah kanker serviks stadium lanjut gejalanya dapat meliputi:

Pendarahan vagina setelah berhubungan seks, antara siklus menstruasi atau setelah menopause. Keputihan berair dan berdarah yang mungkin berat dan berbau busuk. Nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan intim. Penyebab servisitis dan kanker serviks 1. Penyebab servisitis

Penyebab paling umum dari peradangan ini ialah infeksi. Infeksi yang menyebabkan servisitis dapat menyebar selama aktivitas seksual meski tak selalu demikian.

Servisitis juga dapat bersifat akut atau kronis. Servisitis akut akan menimbulkan gejala secara tiba-tiba. Servisitis kronis juga dapat berlangsung selama beberapa bulan.

Servisitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS), seperti:

Herpes simpleks atau herpes kelamin Chlamydia Trichomoniasis Gonorrhea

Bisa juga akibat infeksi karena unsur lain, seperti:

Alergi terhadap spermicide atau kondom lateks Bahan kimia yang ditemukan di pembalut Bakteri vagina 2. Penyebab kanker serviks

Mengutip dari Mayo Clinic, kanker serviks dimulai ketika sel sehat di serviks mengalami perubahan (mutasi) pada DNA mereka. Mutasi memberitahu sel untuk tumbuh dan berkembang biak di luar kendali dan mereka tak mati.

Sel-sel abnormal yang terakumulasi membentuk massa (tumor). Sel-sel kanker menyerang jaringan terdekat dan dapat terlepas dari tumor untuk menyebar (bermetastasis) ke tempat lain di dalam tubuh.

Tidak jelas penyebab kanker serviks, tapi yang niscaya HPV berperan. Faktor lain seperti lingkungan atau pilihan gaya hidup juga dapat menjadi penyebab kanker serviks.

Setelah mengetahui gejala dan penyebab, selanjutnya, bagaimana dengan pengobatan kanker serviks dan servisitis? Lanjut baca halaman berikutnya, yuk.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.