Profil instastories
Een
Een

BULLYING DAN BAGAIMANA MENGATASINYA

BULLYING DAN BAGAIMANA KITA MENGATASINYA

Baru – baru ini dunia Twitter dihebohkan dengan hastag rip Nadia, murid kelas IX SMPN 147 Cibubur itu melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 sekolahnya. Rumor yang beredar, ia melakukan aksinya karena  menjadi korban bullying. Ini bukan pertama kalinya korban bullying melakukan hal tersebut, banyak sekali diluar sana dan bahkan media – media tidak mengabarkannya.

Apakah bullying begitu berbahaya hingga membuat Nadia melakukan tindakan bunuh diri?

Menurutku sih jawabannya iya.

Mungkin bagi si pembulli itu hanya candaan biasa, tapi bagaimana dengan dikorbankan?. Setiap orang memiliki pemikiran tersendiri dalam menanggapi tindakan bullying. Sebagian korban bullying akan melawan , dan sebagian lagi akan diam karena ketakutannya terhadap pelaku pembulian. Tapi kebanyakan seseorang yang dibulli akan cenderung diam dan tak akan melawan. Dampak yang diakibatkan tindakan bullying sangat besar, menurunkan mood, menjatuhkan mental, bahkan berkibat yang lebih besar. 

Nah sekarang bagaimana cara kita untuk menanggapi jika ada seseorang yang membulli kita?

Saya memiliki beberapa saran yang mungkin dapat membantu teman-teman yang sampai saat ini menjadi korban bullying tersebut di antaranya:

1. Cobalah berbicara dengan orang yang membulli anda. Memang ini sulit, tetapi lebih baik dari pada teman-teman sekalian memendam kebencian. Karena kebencian adalah hal yang negatif, bahkan dapat menimbulkan depresi.

2. Mulailah terbuka. Terbuka disini maksudnya cobalah cari teman yang cocok dengan anda. Cocok diajak ngobrol, cocok di ajak diskusi dan yang pasti dapat dipercaya. 

3. Carilah kegiatan yang positif. Apapun kegiatan yang membuatmu senang dan pastinya gak merugikan orang lain, lebih baik jika kegiatan tersebut banyak berinteraksi dengan orang lain. Karena kebanyakan korban bullying itu orang yang jarang bergaul dengan lingkungan sekitarnya. 

4. Perbanyak beribadah, dengan rajin beribadah pikiran hati akan merasa tentram.

5. Lebih terbukalah dengan orang tua, biasanya teman – teman yang masih sekolah jarang menceritakan hal – hal yang sensitif kepada keluarga, bagaimana jika orang tuaku marah? Hilangkan pikiran tersebut. Percayalah orang tuamu lebih senang jika kau bersifat terbuka. Coba juga berdiskusi dengan guru terdekatmu disekolah.

6. Datanglah ke psikiater. Jika kau tak menemukan orang yang cocok untuk diajak bercerita dan kau sangat takut untuk bercerita kepada orang tua solusi terakhir adalah psikiater. Karena psikiater tidak akan membocorkan rahasiamu. Mereka akan bersikap profesional, ya karena memang profesinya.

Ya itu si menurutku bagaimana kita menyikapi tindakan bullying terhadap kita. Berpikirlah dewasa pikirkan sebab akibat sebelum kita bertindak. Bullying itu menyeramkan menurutku. Sudah banyak korban bullying yang hanya memendam kekesalannya dan berakhir dengan depresi bahkan banyak yang bunuh diri. Ini bukan perkara sepele ini perkara besar menurutku si. Dan bagi kalian yang masih suka ngebuli , tolonglah hentikan itu teman-teman, pikirkanlah perasaan orang yang kita bulli, karena satu teman lebih baik dari pada seribu musuh.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.