Profil instastories

Bukan Suatu Kebetulan

Hallo, aku mau share sedikit nih pengalamanku sampai aku bisa menjadi salah satu mahasiswi Pendidikan Kimia. Apa yang terlintas dipikiranmu saat mendengar kimia? Pasti kamu akan menjawab susah,  lalu mengatakan orang kimia bisa buat bom, dan sebagainya. Hehee... Tapi bukan ini yang mau aku bahas.

Ada satu hal menarik yang ingin aku ceritakan. Banyak orang yang tanya kok mau sih jadi anak kimia? Kan kimia susah. Yups, memang susah tpi lebih mudah jika dibanding harus belajar fisika dan matematika, angkat tangan deh masalah dua mata pelajaran ini. Hahahaa...

Tau susah, kenapa malah masuk jurusan yang berbau kimia? Awalnya, jujur aku adalah korban salah jurusan. Aku yakin pasti banyak juga yang mengalami hal kayak gini, kamu termasuk salah satunya nggak? Hehee..

Jadi, kalo ditanya awalnya aku suka kimia atau nggak? Tentu tidak. Percaya atau nggak, kimia adalah salah satu mata pelajaran yang sangat sangat tidak aku suka. Aku seriiing banget berdo'a supaya guru kimia jarang masuk karena sibuk yang lain, biar aku gak harus belajar kimia. Hehehee eh akhirnya malah aku masuk kuliah jurusan pendidikan kimia.

Gak suka kimia kok malah bisa-bisanya jadi anak kimia? Jadi, ceritanya ketika naik kelas XI ada pemilihan jurusan yaitu jurusan IPA, IPS dan bahasa. Aku  nulis untuk masuk jurusan IPS. Nahhh, tapiiiii keesokan harinya aku dipanggil guru BK untuk pindah jurusan ke IPA. Dalam hati bingung dong, kenapa harus aku? Kenapa gak anak lain yang disuruh pindah IPA jika memang kelas IPS sudah penuh. Aku gak mau masuk jurusan IPA saat itu karena sudah tidak ingin lagi bertemu kimia.

Satu jam lebih, dua guru BK terus membujukku. Mereka mengatakan bahwa aku punya potensi di IPA. Apalagi mendengar jawabanku yang waktu itu masih bingung mau jadi apa ketika ditanya, beliau mengatakan bahwa jurusan IPA sangat cocok buatku yang belum pasti mau lanjut kemana ,karena jangkauan IPA ke depan sangat luas. Akhirnya, ya sudahlah Bismillah sampai pada akhirnya dibuka pendaftaran SNAMPTN.

Saat itu, aku tidak tertarik dengan SNAMPTN karena aku sudah menyimpan pilihan jurusan di SPANPTKIN. Asal-asalanlah aku pilih jurusan untuk daftar SNAMPTN, dan dengan optimis ku isi jurusan pendidikan Kimia. Aku yakin 100% tidak mungkin diterima, karena aku tidak melakukan perbaikan untuk satu mata pelajaran ini. Tidak diterima di SNAMPTN memanglah keinginanku.

Takdir berkata lain, saat itu aku satu-satunya siswa yang diterima di UIN Yogya melalui jalur SNAMPTN yang dimana jurusan yang kupilih adalah pendidikan Kimia. Saat itu aku bingung campur sedih, karena bagi para siswa yang telah diterima jalur SNAMPTN tidak boleh membatalkan karena hal itu akan membuat sekolah kena sanksi.

Aku mulai coba berdamai dengan takdir saat itu dan mulai bisa menerima sampai akhirnya sekarang. Aku baru sadar ternyata semua itu bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebuah skenario  yang sudah disusun Allah hingga akhirnya aku menjadi salah satu mahasiswi Pendidikan Kimia . Aku dapat pembelajaran sangat berharga banget sih dari ini, yaitu janganlah terlalu membenci sesuatu karena bisa jadi apa yang kamu benci justru menjadi hal yang akan dekat atau menjadi hal yang terbaik buatmu di masa depan. Satu lagi, jangan asal-asalan memilih dan memutuskan sesuatu, pikirkanlah secara baik, dalam hal apapun.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jun 27, 2020, 3:05 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jun 25, 2020, 3:02 PM - Lilis Puji Astuti
Jun 25, 2020, 2:09 PM - Erbin Simanjuntak
Jun 24, 2020, 1:54 PM - Lilis Puji Astuti