Profil instastories

Broken Hearted Girl

 

Sampai beberapa saat yang lalu dia masih percaya akan adanya kesetiakawanan dan sahabat yang kerap menemani dimasa sulit. Namun sesuatu seperti itu nampaknya tidak akan pernah dia percayai lagi. Sebab nyatanya hanya dengan musik yang mengalun rendah dari playlist mp3 miliknya sejati menemani dalam setiap suasana. Ada air mata, juga beban tak kasat mata dia pikul. Entah karena apa. Dia sendiri tak yakin penyebab pastinya. Apa karena sosok pria asing yang kemarin menjadi kawan bercengkrama ? atau karena dia yang dengan bodohnya menjatuhkan hati pada pria yang salah ? dua duanya opsi terbodoh dan enggan terakui. Sebenarnya. Kalau ada problematika dia berharap hal lain saja yang menjadi penyebabnya. Jangan yang seperti itu. Tidak elit. Tidak elegan. Menyebalkan.

 

Status online dunia maya, bergelut kembali memutar musik musik romansa. Ikut hanyut dalam melodinya. Beberapa berkunjung, sekadar say hello dan bertanya tempat asal. Basa basi biasa penyambung obrolan. Beberapa juga berkontribusi menyumbang lagu sumbang. Berekspresi semau mereka. Tak peduli suasana hati sang host yang dirundung pilu. Tapi tak perlu menyalahkan tamu. Sebab salah sendiri dia membuka ruang khusus bertemakan bernyanyi.

 

Bercengkrama dengan orang orang yang tak jelas asal usul dan usianya. Berteman tanpa tahu muka. Hanya sekadar dari suara. Beberapa mungkin baik, mereka menerima segala cerita. Mau menampung keluh serta kesah. Namun dia tak bisa berbagi secepat itu. Dia butuh jeda waktu untuk mengenal. Tidak semudah itu nyaman. Namun ada satu yang diluar daripada kebiasaanya. Sosok pria yang katanya berusia tiga puluh lima tahun. Usia matang terpaut jauh dari usia nya sekarang. Pria manis dengan suara yang lembut. Memulai nya dengan cerita cerita basi. Meminta simpati. Dan lagi-lagi dia terjebak manisnya kesan pertama.

 

Pukul empat, biasanya orang anonim yang dia kenal dua hari lalu akan berkunjung dan melakukan hal yang sama. Namun kali ini dia muak. Pengalaman mengajarkannya sesuatu. Seperti halnya mengambil hikmah dari apa masa lalu. Orang itu mirip dengan orang yang dahulu pernah menyentuh relung hatinya. Tulus diawal namun menjebak. Segala tindak tanduknya dia katakan sebagai sebuah kejujuran dan apa adanya. Namun sang host menilai sebaliknya. Pria itu berbahaya. Tindakan dan ujarannya tak serupa. Hanya ada untuk menarik hati dan menjeratnya sebagai seorang perempuan penghibur sementara dikala dirinya kesepian. Hanya sampai disitu. Dan sang wanita cukup waras untuk tidak terjerumus dalam lingkaran yang sama. Dia tahu tindakannya lebih logis untuk dilakukan daripada mengikuti kata hati yang jelas jelas merugikan dirinya sendiri.

 

Disini malam itu, tanpa sebuah kata perpisahan yang baik. Dia memutuskan undur diri dari dunia virtual. Sebagai seorang wanita penyandang nama akun Re. Sebagai seorang musisi amatir yang hanya hobby bernyanyi dengan suaranya yang biasa-biasa saja, undur diri dari dunia puisi yang dikaguminya. Tapi dia tahu dunia itu tidak untuk mencari hubungan serius. Hanya untuk refreshing semata. Tidak lebih tidak kurang. Karenanya dia pamit. Untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Untuk jarak yang tak bisa dia ungkapkan hingga kapan. Batas mungkin ada, sesekali dia mungkin berkunjung. Namun tidak untuk menetap.

 

Malam itu dia mulai berpikir pelan-pelan, menyelami masa lalu lagi kemudian memutuskan untuk menjauh sebab itulah yang terbaik. Ponselnya dia lempar ke sisi ranjang. Matanya terpejam. Tidur malam ini akan jauh lebih nyenyak. Melupakan akan menjadi prioritas. Selamat tinggal pria anonim. Tombol reset akan mulai dia jalankan.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani