Profil instastories

Biar Kupinjam Hatimu

Biar kupinjam hatimu

Penghujung malamku adalah pagi. Mataku tertutup namun tak mampu terlelap sempurna. Aku takut bermimpi tentangmu. Hadirmu di alam mimpi akan semakin membuncahkan rinduku. Melambungkan harapku bahwa kau akan kembali. Kau yang telah lama pergi tanpa pamit. Mungkin kau tak paham matematika rindu. Jika sedetik rasanya setahun maka satu purnama sama dengan berabad-abad bisa dibilang tak terhingga. Biar kujelaskan betapa aku merinduimu.

Aku pernah menjadi begitu istimewa. Ketika kau terus mengirimkan pesan-pesan singkat walau hanya berawal P, Oi, Tes atau mungkin dengan panggilan khasmu. Satu, dua, atau tiga huruf yang berarti. Pada akhirnya beranda chatku mendekam dalam senyap.

Aku pernah menjadi tempatmu menumpah keluh, walau sekadar mendeskripsikan bagaimana merdunya perutmu yang tengah keroncongan. Menghitung berapa banyak arah kau harus melangkah dalam sehari. Mencurahkan seberapa basah kerah kemejamu oleh kucuran keringat. Mengukur sudah seberapa panjang helai-helai rambutmu. Kau menceritakan semuanya dan aku hanya membalasnya dengan tawa. Dulu.

Aku pernah menjadi yang kau rindukan setelah keluargamu. Ketika hatimu ingin terbang pulang meninggalkan rantau. Ketika atmamu mendambakan temu pada orang-orang terkasihmu. Ketika kau tak tahu harus mendengarkan suara mereka darimana. Kau memilih merindukanku, walau tak sepenuhnya aku menenangkan. Kini kau melupakan rindu itu.

Aku pernah menjadi orang paling termaafkan. Aku melakukan banyak kesalahan dalam kurun waktu yang singkat. Mungkin hari pertama aku terlambat membalas pesanmu karena sedikit aktivitas yang menjedanya. Hari kedua aku tidak mendengarkan panggilan videomu di Whatsapp karena mode deringnya lupa diaktifkan. Hari ketiga aku keluar rumah tanpa memberitahumu kemana dan bersama siapa. Hari-hari seterusnya berlanjut dengan kesalahan-kesalahan yang baru. Bahkan aku pernah melakukan kesalahan fatal yang sebagian orang tak memaafkannya tapi kau tetap saja memiliki berjuta maaf untukku.

Semua itu pernah terjadi dan tidak lagi. Mungkin esok kita akan melakukannya lagi. Adakah kekitaan ini akan kembali? 

Aku percaya bahwa kau adalah yang terbaik. Selalu memperbaiki yang sebaiknya kita perbaiki. Tak pernah memilih pergi walau aku berkata pergi. Hari ini aku memohonmu ada disini. 

Kau harus tahu Tuhan meminjamkan hatimu padaku bukan sampai hari ini. Pintaku padaNya adalah sampai nanti bahkan setelah kita tidak di bumi. Bilang saja kau ingin kuberitahu apa lagi. Aku juga tahu kau akan menjawab panggilan rinduku. Aku memang diam dan membiarkanmu tak terganggu oleh usikanku. Tapi aku berteriak padaNya dan pada segenap hambaNya yang akan membantuku berteriak. Kau tak bisa apa-apa jika yang Esa berkata KUN jadi biar kupinjam hatimu.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS