Profil instastories

Bertahan atau Melepaskan? Mana yang seharusnya dipilih?

Berada dalam sebuah hubungan spesial dengan orang yang disayangi memang membuat bahagia. Namun tak ayal dalam sebuah hubungan juga membuat seseorang terlibat dengan perasaan pelik yang rumit. Bertahan atau melepaskan? Pernahkah perasaan itu terlintas di pikiranmu? Jika iya, kita sama.

Serba salah memang. Bertahan semakin sakit tetapi berat untuk melepaskan. Ibarat kita menggenggam mawar berduri. Kita dihantui perasaan takut akan ketidakmampuan hidup tanpa dia yang selama ini membersamai kita. Banyak kenangan tercipta dari hal sederhana hingga hal besar.

Bertahan akan terasa sulit jika hanya satu orang saja yang berjuang. Kita terus meyakinkan hati, bila semua akan baik-baik saja selama kita berjuang. Berjuang seorang diri berusaha mati-matian mempertahankan tali pengikat hati yang mulai rapuh, usang, dan pudar. Kita terus memaksakan kehendak diri hingga melupakan kebahagian diri sendiri.

Namun, yang didapat hanya derai air mata. Ketika dihadapkan dengan pilihan sulit antara bertahan atau melepaskan, Kita harus berani mengambil keputusan yang akan menentukan kebahagiaan diri kita ke depannya. Setiap keputusan terdapat konsekuensi yang berbeda.

Bertahan mungkin baik karena kamu tidak kehilangan dirinya, tetapi apakah itu yang sebenarnya kita inginkan? Bertahan dalam kesakitan? Kamu mungkin tak kehilangan dirinya tapi kamu bisa kehilangan diri sendiri. Kita bisa membohongi diri sendiri tapi tidak dengan hati. Apakah kita ingin selalu membohongi diri?

Melepaskan mungkin akan membuat kita terjatuh dan terpenjara dalam keterpurukan. Terjebak rasa kehilangan yang meluncurkan kecewa, kepedihan setiap malam.

Namun, rasa lega akan datang bersama air mata yang tertumpah ruah. Ada kalanya kita perlu untuk tidak terlalu memperjuangkan seseorang yang memang tak ingin kita perjuangkan. Bisa jadi melepasnya adalah pilihan baik untukmu dan untuknya.

Selepas kepergiannya kita bisa memulai mencintai diri sendiri. Pikirkanlah hal apa yang benar-benar membuatmu bahagia. Sendiri itu tidak buruk, bukan aib dan tidak juga menakutkan. Ada saatnya kita butuh waktu sendiri untuk merenungkan hal-hal yang telah lalu dan mengambil hikmah darinya.

Tak apa, bila setelah melepasnya kamu selalu menangis setiap malam itu hal yang wajar. Seiring berjalannya waktu tangis itu akan berkurang dan menghilang. Tentunya bukan hal mudah untuk bangkit dan memulihkan hati agar baik-baik saja seperti semula, tapi percayalah kamu akan bahagia. Kamu akan baik-baik saja.

Akan tiba masanya di mana kamu berdiri tegar dan tersenyum kala mengingat hal yang menyakitimu di masa lalu. karena kenangan tinggallah kenangan. Ia sudah bukan lagi hal yang menyakitkan kala datang menyapa ingatan.

Terima kasih sudah membaca. Semoga torehan tinta sederhanaku bisa menghangatkan hatimu yang mendingin karena luka. Jika kamu merasa tulisan ini bermanfaat jangan lupa untuk membagi tulisan ini, ya. Oiya.. Jangan segan jika ingin bercerita tentang beban dan kehidupanmu. Siapa tahu ceritamu bisa menjadi inspirasiku menulis dan kamu jadi lega,meski aku tak bisa seutuhnya mengangkat bebanmu. Salam Hangat. Sa Roja.

Sumber gambar: pinterest (https://pin.it/ynm7rl57gr4jvs)

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS