Profil instastories

Benci dan Cinta

Keysha sedang berjalan di koridor sekolah dengan membawa setumpuk buku di tangannya. Tumpukan buku itu sangat tinggi hingga mengganggu penglihatannya ke depan. Sampai-sampai dia tidak melihat bahwa ada Alex di depannya. 

Bruk!

Keysha menabrak tubuh Alex sehingga buku di tangan Keysha berjatuhan. 

“Kalo jalan tuh matanya dipake buat liat!” Bentak Alex dingin.

“Ehh yang salah tuh siapa? Udah taumgue mau lewat, lo nggak minggir!” Keysha mengomel tak karuan.

Alex menatap lekat mata Keysha. Alex maju ke depan ke arah Keysha. Keysha mulai gugup, jantungnya berdetak kencang dia pun mundur ke belakang. Namun, sekarang Keysha sudah tidak bisa mundur lagi karena di belakang Keysha terdapat meja yang berisi buku. Alex semakin mendekat ke arah Keysha, mereka pun sangat dekat. Alex mengarahkan tangannya ke arah belakang Keysha. Ternyata, Alex hanya mengambil buku yang berada di meja tersebut. Lalu setelah itu pun Alex pergi tanpa berkata apapun. 

“Woii, bantuin gue rapihin buku!” Teriak Keysha namun, tidak mendapat jawaban.

“Dasar, kulkas berjalan!” Gerutu Keysha. 

Keysha pun memunguti buku bukunya sendirian. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang membantunya. Dia Toni, mantan kekasih Keysha yang paling Keysha benci. 

“Gue nggak butuh bantuan dari lo,” ucap Keysha memalingkan wajahnya. 

“Tapi, gue mau bantuin lo.” 

“Urus aja tuh cewek yang udah buat hubungan kita rusak,” ucap Keysha lalu pergi membawa  buku bukunya. 

Ternyata sedari tadi, Alex menguping pembicaraan antara Keysha dan Toni. Sekarang Alex tau bahwa Keysha adallah mantan kekasih Toni yang tak lain adalah teman sekelasnya. 

Kini Keysha sedang duduk di taman belakang sekolah sambil menangis mengingat kenangannya saat masih bersama Toni di jam istirahat seperti ini. Biasanya mereka sedang berada di kantin dan memakkan mie ayam bersama. Namun, sejak kedatangan cewek perusak tersebut, semua ini telah menjadi kenangan masa lalu Keysha. Tak sengaja Alex melihat Keysha yang sedang menangis dia pun merasa heran dengan sikap Keysha. 

“Tadi aja baru marah marah dan sekarang dia udah nangis? Dasar cewek!” gumam Alex. 

Dengan sengaja Alex melewati Keysha dan pura pura tidak melihatnya. Keysha yang melihat Alex di depannya pun langsung menariknya untuk duduk di bangku taman bersamanya. Alex mengernyitkan dahinya menanggapi apa yang barusan Keysha lakukan. 

“Apaan sih lo narik narik tangan gue,” ucap Alex tak terima.

“Gue butuh temen buat curhat.” 

“yaudah cari temen lo lah, ngapain lo narik narik gue.” 

Alex yang hendak berdiri dari duduknya pun dicegah oleh Keysha. Keysha menggelengkan kepalanya menandakan bahwa dirinya tidak boleh pergi. Alex menghembuskan nafasnya kasar dan kembali duduk dengan terpaksa. 

“Gue mau cerita sama lo.” 

“Cerita apaan?” jawab Alex ketus

“Lo tau Toni?” 

“Dia mantan lo,” ucap Alex cepat

“Kok lo tau?” 

“Udah gitu aja yang lo ceritain? Gue mau pergi.” Alex pun langsubg beranjak pergi.

Keysha menatap punggung Alex yang perlahan menjauh. Keysha masih meneteskan air matanya walaupun sedikit. 

***

Keesokan harinya adalah hari minggu, hari yang paling disukai oleh Keysha. Hari ini Keysha akan pergi ber joging di kawasan sekitar rumahnya. Keysha sudah memakai sepatu jogging nya dan mulai berlari kecil di jalan sekitar rumahnya. Di tengah perjalanan, Keysha bertemu dengan Alex. Rumah mereka memang masih satu komplek jadi wajar saja jika mereka setiap hari bertemu. 

“Aelaahh,,, ketemu dia lagi,” gumam Keysha lirih.

Keysha terus berlari kecil tanpa memperhatikan Alex yang melihatnya balik. Namun, lama kelamaan Keysha merasa risih karena Alex terus saja memperhatikannya. 

“Ngapain sih lo ngelihatin gue mulu?” 

“Gue nggak liatin lo dasar geer.” 

Keysha pun melanjutkan lari nya karena dia tidak ingin memperpanjang masallahnya dengan si kulkas berjalan. Tanpa Keysha sadari, ternyata dari arah kiri terdapat mobil yang melaju kencang.

“Keysha AWASSSS!” 

Alex langsung berlari ke arah Keysha dan mendorongnya ke arah depan untuk menyelamatkannya. 

“ALEXXX!” 

Alex terbaring di jalan dengan luka di dahinya karena tertabrak mobil akibat menolong Keysha. Luka di dahinya terus saja mengalirkan darah.

“Alex, bangun Alex bangun!! Tolong!!” 

Tak lama, banyak warga yang berdatangan dan langsung membawa Alex ke rumah sakit. Keysha sangat khawatir dengan keadaan Alex. Dahinya masih terus mengeluarkan darah. Sesampainya di rumah sakit, Alex langsung dibawa ke IGD. Sedangkan Keysha harus menunggu di luar.

“Aduhh, gimana ini? Alex hiks hiks,” Keysha sangat khawatir.

Tak lama kemudian Dokter keluar dari ruang IGD. Keysha pun langsung menghampirinya. 

“Dok gimana keadaan Alex?” 

“Dia baik baik saja, lukanya tidak terlalu parah.” 

“Kalo gitu, saya boleh masuk?”

“Iya silahkan.” 

Keysha langsung masuk ke dalam dan mendapati Alex yang sedang bermain ponselnya. 

“Alex lo gapapa kan?” 

Keysha langsung menjamah dahi Alex yang diperban. Dan tanpa sadar Keysha langsung memeluk tubuh Alex sambil menangis.

“Gue khawatir banget sama lo Lex hiks hiks.” 

Alex heran dengan sikap Keysha yang berllebihan. Lebih tepatnya Keysha bersikap layaknya seorang ibu dari Alex.

“Alex makasih lo udah nolongin gue tadi.” 

“Hm.” 

“Alex lo nggak papa kan? Nggak ada yang sakit kan?” 

“Apaan sih lo nanya mulu?” 

“Alex gue itu khawatir sama lo, gue takut lo kenapa napa, gue sayang sama lo,” ucap Keysha tanpa sadar dan langsung membungkam mulutnya. 

Alex tersenyum licik ke arah Keysha. Entah mengapa dia senang jika Keysha mengucapkan kata tersebut. Alex juga merasakan hal yang sama terhadap Keysha.

“Ehh, nggak gue keluar dulu,” ucap Keysha gugup.

Namun, Alex memegang tangan Keysha dan menyuruhnya untuk tetap duduk disini. 

“Tadi lo ngomong apa?” 

“N-nggak ngomong apa apa.” 

“Ngomong apa?” 

“Bukan apa apa.” 

“Tadi perasaan lo ngomong sayang sama gue, gue juga sayang sama lo.” Ucap Alex lantang.

Seketika Keysha langsung melototkan matanya. Keysha sangat tidak percaya Alex juga mempunyai perasaan yang sama sepertinya. 

“haa?” 

“Iya, kenapa? Dan gue mau lo jadi pacar gue,” 

“Haaa?” Keysha tak henti hentinya memelototkan matanya. 

“Nggak usah melotot gitu, nanti matanya keluar tau rasa lo.” Alex menepuk hidung Keysha.

“Iya.” 

“Lo mau nggak jadi pacar gue? Hm?” 

“Haaa?” 

“Keysha!” 

“I-iya.” 

Mereka berdua pun tersenyum bahagia. Sekarang mereka sudah berpacaran dan saling menjaga hati satu sama lain. Dan mulai hari itu dan seterusnya mereka berjanji akan saling menjaga dan saling percaya satu sama lain. 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani