Bella Hadid Komentari Tragedi Kematian Mahsa Amini

Trending 2 months ago 56
ARTICLE AD BOX

Bella Hadid mengomentarii tragedi kematian Mahsa Amini, wanita Iran berusia 22 tahun yang meninggal setelah dipukuli polisi moral di kota Tehran. Bella Hadid mengomentarii tragedi kematian Mahsa Amini, wanita Iran berusia 22 tahun yang meninggal setelah dipukuli polisi moral di kota Tehran. Foto: Christophe ARCHAMBAULT / AFP

Jakarta, Instastori Indonesia --

Supermodel Bella Hadid mengomentari tragedi kematian Mahsa Amini, wanita Iran berusia 22 tahun yang meninggal karena dipukuli polisi moral di kota Tehran, Iran. Bella Hadid menilai Mahsa Amini semestinya tak mengalami hal itu.


"Istirahatlah dengan tenang #mahsaamini Kamu tak layak mendapatkan ini. Mengirimkan doa untuk keluarga dan orang yang ia cintai," tulis Hadid dalam keterangan unggahannya.

Bella Hadid mengunggah ulang unggahan Amanda de Cadenet yang menuliskan tragedi tersebut mengejutkan dan pentingnya kesadaran atas ketidakadilan dan penyiksaan yang terjadi di Iran karena perlakuan brutal polisi.

"Ini ialah kisah yang menghancurkan dan mengejutkan tentang seorang wanita yang diduga dipukuli dan dibunuh karena mengenakan jilbabnya 'secara tak benar," keterangan unggahan tersebut.

Unggahan itu juga menyuarakan agar publik sadar terhadap pelanggaran-pelanggaran hak asasi orang yang terjadi di bawah masa kekuasaan Presiden Iran Ebrahim Raisi, terutama jelang General Assembly Perserikatan Bangsa-Banga (PBB).

Sebelumnya, tragedi kematian Mahsa Amini memicu protes di daerah Kurdi, Iran. Protes kematian Amini juga lanjut mengalir di media sosial hingga sempat menjadi trending topic di Twitter. Sejauh ini, sejumlah tagar seperti #MahsaAmini telah diperbincangkan dalam setidaknya dua juta kicauan di Twitter.

Amini ditahan polisi moral Iran pada pekan lampau di Tehran gegara tak mengenakan jilbab atau hijab sesuai ketentuan pemerintah negara Islam tersebut.

Polisi Tehran mengklaim Amini tiba-tiba mengalami masalah jantung selama berada dalam penahanan. Media pemerintah juga mengklaim ia tewas gegara menderita berbagai kondisi kesehatan sebelum penangkapannya.

Namun, pihak keluarga percaya Amini telah disiksa selama penahanan. Ayah Amini bahkan mengatakan terdapat memar-memar pada kaki jasad putrinya.

Ayah Amini pun menganggap polisi moral Iran bertanggung jawab atas kematian putrinya.

Sejumlah negara barat seperti Amerika Serikat tiba Prancis juga telah menyuarakan keprihatinannya terkait kematian Amini.

"Kematian Mahsa Amini setelah cedera yang diderita saat berada dalam tahanan polisi karena mengenakan jilbab yang 'tidak pantas' ialah penghinaan yang mengerikan dan mengerikan terhadap hak asasi manusia," kata juru bicara Gedung Putih.