Profil instastories

Be yourself 😊

Belajarlah dari Tumbuhan

koTuhan maha pengasih, maha pencipta dan sumber dari segala pengetahuan. Ia menciptakan dunia dengan sempurna. Menciptakan segalanya seperti tali-temali(terikat) seperti manusia,binatang,tumbuhan,bumi yang tidak dapat dipisahkan layaknya lingkaran, tanpa ujung. Begitu pun dengan kasih sayang yang tidak terhingga dan tidak bisa diungkapkan dengan kata kata. Ia menciptakan semua dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga menjadi satu kesatuan yang selaras, sepadan dan tidak ada yang pisah(pecah) .

 

Lalu bagaimana dengan sumber segala pengetahuan? Sumber segala kebijaksanaan?

 

Tuhan sungguhlah agung, ini tidak bisa untuk dielakkan/ditolak lagi. Segala sesuatu dari kecil hingga besar dari yang kasat mata sampai yang tidak tampak(tak kasat mata) , dari yang ada hingga tiada semua dipenuhi dengan rahmat dan nilai yang tak terhingga dan sangat bermakna bagi kehidupan di bumi. 

 

Manusa diciptakan oleh Tuhan dengan kemampuan yang dominan ketimbang makhluk lain. Manusia dibekali pemikiran , kemampuan berkomunikasi, juga tenaga untuk melakukan berbagai aktivitas. Sehingga manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kendati demikian kesempurnaan tidak akan diperoleh dengan gamblang melainkan dengan memanfaatkan kekurangan menjadi kelebihan dan kelebihan tetap di pertahankan jika bisa lebih baik ditingkatkan. Manusia wajib menggunakan kemampuan tersebut untuk mengamalkan segala perintah,menjauhi larangan beliau serta digunakan untuk mencari arti hidup, menjadi manusia yang lebih memanusiakan manusia dan menjaga alam. 

 

Dalam kaitannya mencari arti sebuah hidup, Tuhan sudah menyediakan atau menyelipkan sejuta makna kehidupan di balik segala benda, peristiwa dan anugrah yang beliau ciptakan. Untuk itu kita dituntut untuk terus berusaha mencari dan mengamalkannya salah satunya dengan “Belajar dari Tumbuhan.

 

Pernahkah berpikir akan makna sebuah kehidupan yang terselip pada tumbuhan?

 

Tumbuhan memang makhluk ciptaan Tuhan yang mungkin saja tidak mempunyai mulut, mata, telinga, hidung, tangan dan kaki. kendati demikian, ia tetap berdiri dengan batang yang yang tegap menatap mentari tanpa adanya rasa gentar sekalipun. Meskipun ia tak mempunyai tangan dan kaki untuk mencari makan, ia memanfaatkan anugrah Tuhan yang dianugerahkannya secara luar biasa yaitu akar fungsinya untuk menembus kokohnya batuan, masuk ke dalam tanah tanpa kenal rasa lelah mencari unsur penunjang hidup (unsur hara).

 

Walaupun tanpa tangan ia tetap berdermawan dengan tumbuhan yang lain contohnya saja ia rela mengorbankan rantingnya sebagai tempat bernaungnya burung-burung cantik, bergelantungan anggrek hutan. Ia rela mengorbankan daun, batang, umbi bahkan seluruh tubuhnya untuk membantu tumbuhan lain yang sedang membutuhkan bantuan.

 

Ia makhluk yang terbilang sangat gigih. Sejak kecil sudah hidup mandiri melawan kerasnya gelombang seleksi alam. Walaupun tubuhnya terkoyak angin daunnya di makan ulat, ia tetap bangkit dan meregenerasi tumbuhnya.

Tumbuhan itu pun tak mengeluh jika keadaannya tak memungkinkan, meskipun tumbuh di lereng bukit yang curam dengan tanah yang kritis, tumbuh di dalam lautan pasir gurun yang mungkin miskin air dan nutrisi (zat hara). Tetapi ia tetap menyesuaikan dirinya, berusaha beradaptasi. Ia tidak minder dan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi sesamanya seperti kaktus yang berbuah di antara gurun pasir. Buah tersebut bisa dinikmati oleh hewan liar yang tersesat dari peraduannya dan hewan lain yang mungkin sedang kelaparan.

 

Bagaimanapun keadaannya, ia tetap berusaha memberikan kesejukan dengan daunnya yang hijau royo -royo, berkilauan bagai perak di balur emas ketika di basuh embun pagi dan diterpa sang fajar. Batangnya yang coklat kehitaman dan daunnya yang rimbun memberi kan keteduhan pengelihatan dari silaunya terpaan mentari. Bunga-bunga yang wangi nan semerbak dengan warna yang begitu menawan sehingga bisa memberikan rasa nyaman dan nikmat hidup di dunia.

 

Jika aku atau kamu menjadi tumbuhan apa yang akan terjadi? Mungkin saja hanya bisa mengeluh kesakitan karena daun-daun itu di cabuti oleh anak kecil yang sekedar iseng, menangis karena tinggal diantara gurun yang miskin zat hara dan air, menggigil ketakutan karena hidup di lereng tebing yang kritis dan curam. Bisakah menghasilkan bunga yang cantik(elok) dan buah yang segar kendati tumbuh di gurun yang kritis?

Memang tidak layak rasanya bila membandingkan manusia dengan yang bukan sesama manusia, tetapi manusia sudah diberikan kelebihan oleh Tuhan untuk berpikir logis jangan sampai kita menjadi makhluk yang lebih rendah karena keegoisaan kita sendiri.

 

Demikian sedikit goresan yang saya buat. Saya mohon maaf jika goresan ini kurang tepat sasaran alias ngalur ngidul. Sejatinya saya hanya manusia biasa yang banyak kekurangannya. Mohon dimaafkan juga apabila bahasanya acakadul ora karuan 😅 Semoga goresan ini bisa bermanfaat untuk saya dan juga kalian.♥️

 

Motivasiku untuk kalian diluar sana juga aku: 🧾

“hidup akan menjadi lebih indah dan sempurna jika kita terus menghargai hidup dan memanfaatkan kekurangan menjadi sebuah kelebihan.”

“kekurangan bukan alasan untuk minder, menyerah dan berpangku tangan tetapi kekurangan adalah kunci jawaban untuk kejayaan karena kekurangan adalah kelebihan utama yang mungkin saja tertunda.”

“kekuatan yang tertinggi bukanlah dari tenaga melainkan kemauan untuk selalu berusaha walaupun ada saja rintangan yang menghadang.”

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:23 PM - Widi Purnamasari
Jul 1, 2020, 6:08 PM - Tika Sukmawati
Jul 1, 2020, 6:07 PM - Telaga_r
Jul 1, 2020, 5:47 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jul 1, 2020, 1:15 PM - INSPIRASI CERDAS