Profil instastories

Batu Di Atas Gunung

Ini adalah sebuah peristiwa yang terjadi dalam mimpiku, sekitar 4 hari yang lalu. Mimpi yang begitu nyata. Mungkin saja sebuah pertanda, atau bentuk kerinduan pada tanah kelahiran. 

Dalam mimpi itu aku dibonceng oleh seorang lelaki, mirip kakak laki-laki ku, tapi terkadang mirip juga dengan suamiku. Siapapun itu, intinya mereka mengendarai sepeda motor dengan diriku duduk di bagian belakang. Kami menyusuri jalanan beraspal, naik ke atas gunung. Jalannya begitu menanjak, dan aku merasa begitu akrab dengan tanjakan ini. 

Ketika sampai pada jalan bercabang, aku menunjuk pada sebuah bukit yang di punggungnya sudah diukir jalanan beraspal. Aku bertanya, "tempat apakah itu? ". Lelaki didepanku menjawab, "itu adalah puncak yang sangat terkenal. Dari atasnya kau bisa memandang lautan awan". Aku memandang ke depanku, samudera awan yang sangat mempesona. 

Sepeda motor terus berjalan ke depan, mengikuti jalan aspal. Meninggalkan bukit surga itu di belakang. Kami naik dan semakin naik hingga bertemu dengan sebuah belokan. Jalan beraspal berhenti disini. Selanjutnya adalah jalan yang dibentuk dari batu - batuan.  Sebelah kananku adalah tanah bukit, sedang sebelah kiriku adalah landaian tanah dengan sungai di bagian bawahnya. 

Dalam mimpi itu, kami sempat bertemu dengan seorang lelaki. Yang menunjukkan kepada kami arah menuju desa yang paling dekat. Dia menyebutkan nama desanya, tapi sampai hari ini, aku tak bisa mengingat nama itu. Tidak lama, kami berdua memasuki sebuah perkampungan. Melihat ada warga, kami berhenti untuk bertanya. Tiba-tiba saja aku merasakan keberadaan sebuah punden. Di belakang sebuah rumah yang cukup besar , aku melihat sebuah pohon. Di bagian bawahnya ada bagian yang dikeramik. Begitu indah. Tetapi ini bukan lokasi yang tepat. "Ada lokasi lain" bisikku pada lelaki yang wajahnya serupa dengan suamiku di mimpi itu. 

"Desa ini memiliki 3 punden. Satu di sini. Satunya lagi disana." Tiba-tiba seorang warga berbicara padaku. Ia menunjuk sebuah pemakaman yang dicat dengan warna kuning. Ada pohon manggis di bagian pintu masuknya. "Punden ketiga ada diujung jalan." Aku yakin sekali, dalam mimpi itu, aku diberitahu sebuah nama. Sekali lagi, aku tak bisa mengingatnya. 

Satu per satu, kami kunjungi tempat tempat yang ditunjukkan padaku tadi. Tempat kedua masih belumlah tepat. Bergeser pada tempat ketiga, aku merasakannya. Ketika ku lihat, ada sebuah batu lonjong yang ditancapkan di bawah pohon, aku memanggil suamiku. Kami berdua kemudian menelusuri tempat tersebut. 

Dibalik pohon itu, di tempat yang agak tersembunyi, kami melihat sebaran batu andesit dalam berbagai bentuk. Dan masih teringat dengan jelas, aku melihat beberapa yoni, arca, dan bahkan peripih. 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Ayni hidayati - Apr 20, 2020, 2:28 PM - Add Reply

Amazing

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jun 27, 2020, 3:05 PM - MARTHIN ROBERT SIHOTANG
Jun 25, 2020, 3:02 PM - Lilis Puji Astuti
Jun 25, 2020, 2:09 PM - Erbin Simanjuntak
Jun 24, 2020, 1:54 PM - Lilis Puji Astuti