Profil instastories

Bangku Kosong

  1.  

Anggi melirik arloji di pergelangan tangannya menunjukkan pukul enam lewat lima belas, sekolah masih tampak sepi. Hanya ada pak Anton, penjaga sekolah yang sedang membuka gembok ruang guru.

Sekolah tua dengan gedung berlantai dua itu sejak dulu terkenal sangat angker. Rumor itu bermula ketika seorang siswi nekat gantung diri di kelas  yang ada di lantai dua, kelas Anggi saat ini. 

Sudah banyak cerita dari para siswi yang mengalami kejadian aneh bahkan ada yang sampai kesurupan.

Remaja berusia 17 tahun itu bergidig ngeri, menyusuri lorong-lorong sekolah. Bahkan pagi pun suasana horor itu sangat terasa.

"Pagi, Pak Anton," sahut Anggi mencoba mengusir rasa takut.

Bapak berusia enam puluh tahun itu melirik Anggi sekilas lalu mengangguk tanpa senyum dan kembali memunguti sampah yang ada di depannya. Ia kembali melanjutkan langkah melawan rasa takut, menaiki anak tangga menuju kelasnya. 

Remaja berambut sebahu itu menatap sekeliling ruang kelas, lalu melangkah memberanikan diri mendekati bangku yang sudah berpuluh-puluh tahun dibiarkan kosong, karena setiap yang duduk di bangku itu akan mengalami kesurupan hebat.

Anggi menggeser bangku itu dari posisinya, seolah tes nyali. Dengan napas sedikit tertahan, dia lagi-lagi menggeser bangku itu. Satu menit, dua menit tak ada yang terjadi seperti yang dibayangkannya. Gadis tomboy itu pun tersenyum puas, berbalik badan dan matanya langsung menangkap sosok wanita berambut panjang seluruh tubuhnya hitam sedang merayap ke dinding matanya merah menyala-nyala menatap Anggi. Anggi berteriak histeris, seolah ada tangan yang mencekik lehernya, kaki Anggi yang semula napak ke lantai pelan-pelan melayang ke udara, berusaha mengeluarkan suara tapi gagal. 

"Beraninya kau mengusikku!" 

Suara sosok hitam itu menggema memenuhi ruangan. Tetapi gadis malang itu hanya bisa berusaha berontak melepas cekikan yang dirasakannya. Gerakannya semakin lama semakin lambat.

"Bangku itu adalah milikku. Tempatku, saksi di mana aku diperkosa. Tidak akan kulepaskan sebelum pelakunya mati." Lagi-lagi sosok hitam yang kini ada di langit-langit ruang kelas itu bersuara. 

Tiba-tiba pak Anton bersama beberapa siswa sudah berada di depan pintu. Berteriak histeris, tubuh Anggi langsung ambruk ke lantai, tak sadarkan diri.

Pak Anton yang wajahnya pucat pasih dengan tangan gemetar dan dahi yang dibanjiri keringat langsung menggeser bangku kosong itu ke tempatnya semula dan kemudian langsung membawa Anggi ke rumah sakit.

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Nurwahidah - Mar 14, 2020, 6:49 AM - Add Reply

lanjutkan dan kita saling fllow

You must be logged in to post a comment.
Cicci Ayata - Mar 15, 2020, 1:56 PM - Add Reply

Shiaap

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani