Profil instastories

Bad Boy

Ratna menatap malas pemuda yang tengah duduk di sampingnya ini. Berkali kali Ratna mencoba mengusirnya dengan cara halus, namun seakan tuli, pemuda ini lagi lagi mendekatinya. Selama beberapa minggu ini entah kenapa dia begitu gencar mendekatinya.

Pemuda bernama lengkap Abimanyu Prasetya anak kelas 12 Ips-1, lali laki ini tidak jelek malah bisa di kategorikan tampan, namun sayang dimata Ratna dia tidak lebih dari sosok pemuda yang hanya suka mempermainkan hati perempuan. Entah berapa banyak gadis yang sudah menjadi korbannya.

"Lagi ngapain Rat?"tanya Abi dengan senyum manis terukir di bibirnya.

"Kamu gak bisa liat aku lagi ngapain, pake tanya,"jawab Ratna ketus malas berbasa basi dengan Abi.

"hehe ketus banget jawabnya lagi pms ya?"ujar Abi masih berusaha menarik perhatian gadis di sampingnya ini.

"Abi please deh, bisa gak kamu pergi. Kamu ganggu aku tau gak."

"Gak ah, enakan disini bisa liatin kamu."Abi merubah posisinya, meyangga dagu dengan tangan fokus menatap Ratna.

"Terserah!" Ratna menutup buku yang tadi di bacanya. Berdiri berjalan meninggalkan Abi tak menghiraukan teriakan Abi di belakangnya.

Abi berdecak sebal melihat kepergian Ratna. Sangat susah mendekati Ratna. Abi bukannya tidak peka dia sangat paham malah bahwa Ratna risih di dekati olehnya. Namun Abi sudah terlanjur jatuh hati dengan gadis berpipi chubby itu. Maka apapun akan Abi lakukan agar Ratna mau menerimanya. Termasuk mengusili Ratna setiap harinya.

¤¤¤

Ratna baru akan menaiki angkot di depannya, saat tiba tiba seseorang dengan senaknya menuruh sang supir untuk jalan.

"maaf pak dia gak jadi naik,"

Sang sopir menatap sinis sebentar sebelum berlalu pergi meninggalkan Ratna dengan seseorang yang tak lain Abi.

"Eh pak pak."Ratna mencoba mencegahnya namun sang supir sudah melengos menoleh ke depan.
Ratna menoleh menatap Abi yang tengah tersenyum manis kepadanya.

"Kamu apa apaan sih, angkotnya jadi pergi kan. Gak tau aku capek nunggu apa,"gerutu Ratna memarahi Abi.

Abi terkekeh melihat raut wajab Ratna yang tengah kesal, oh terlihat imut dan menggemaskan di mata Abi.
"Aku anterin yuk,"

"Gak usah! aku mau naik angkot berikutnya,"tolak Ratna.

"Masih lama angkotnya. Mending sama aku aja. Liat tuh bentar lagi hujan."ucap Abi menunjuk langit.

Ratna mendongak menatap langit yang berwarna hitam, yang sepertinya akan turun hujan. Bimbang haruskah ia menerima ajakan Abi atau menunggu angkot berikutnya. Tapi bagaimana jika hujan datang sebelum angkot tiba.

"Ya udah deh, ini juga gara gara kamu,"
Akhirnya mau tak mau Ratna menerima ajakan Abi, mengikuti langkah Abi yang berjalan menuju mobilnya.

Selama perjalanan hanya keheningan yang ada, Abi bingung mau memulainya sedangkan Ratna terlalu malas berbicara dengan Abi. Tak tahan dengan suasana sunyi, Abi mencoba mencairkan suasana.

"Rumah kamu dimana alamatnya?"tanya Abi.

Ratna menoleh ke arah Abi sebentar sebelum kembai mengalihkan pandangan ke depan.
"Jalan Semanggi nomor tujuh."

Abi mengangguk paham, berpikir mencari topik pembicaraan.

"Kamu laper gak? Mau mampir makan dulu enggak?"

"Gak usah, aku bisa makan di rumah."

Melihat Ratna yang terlihat tidak suka basa basi dengannya Abi memilih diam, hingga hanya keheningan sampai mereka sampai di rumah Ratna.

"Makasih."ucap Ratna sembari menatap Abi dari kaca mobil.

"Sama-sama, aku pulang dulu ya," baru Abi akan menutup kaca saat suara Ratna menghentikannya.

"Abi."panggil Ratna.

Abi menoleh menatap Ratna seakan berkata "apa?"

"Mending mulai sekarang kamu jangan lagi gangguin aku, aku risih sama kelakuan kamu. Kamu bisa kan?"

Abi diam tak menyahuti ucapan Ratna. Bukannya menjawab iya atau tidak Abi malah langsung tanpa sepatah katapun, meninggalkan kehampaan untuk Ratna.

¤¤¤

Ada pemandangan yang sedikit mengusik hati Ratna hari ini, ingat sedikit yang berarti tidak ada separuh.

Melihat bagaimana tawa serta keakraban Abi dengan seorang gadis yang Ratna tahu dari kelas ips, membuat Ratna mengernyit tak suka. Seakan ada sesuatu yang menyentil sudut hatinya.

"itu yang katanya mau berubah, ckk ketahuan banget boongnya,"ucap Ratna dalam hati.

Malas melihat sesuatu yang membuat panas hatinya, Ratna memilih berpura pura tak melihat jika ada Abi di depannya. Sesuatu terasa menohok hati Ratna saat bahkan Abi tak menyapanya, jangankan menyapa menoleh pun Abi seakan enggan.

Mungkinkah Abi menuruti permintaannya kemarin, tak lagi mengusik dirinya. Tapi kenapa Ratna malah merasa sedih melihatnya.

Tak ingin terlalu memikirkannya, Ratna bergegas menuju kelasnya. Tak sadar bahwa Abi masih menatapnya. Mencoba bersikap biasa saja seperti permintaan Ratna kemarin. Meski Abi akui cukup susah disaat Ratna ada di dekatnya seperti tadi.

¤¤¤

Terlalu memikirkan perubahan Abi membawa dampak buruk bagi Ratna, berkali kali dia mendapat teguran dari guru yang mengajar karena tak fokus mendengarkan.

Alhasil seperti iniah sekarang, dia di usir keluar oleh guru fisika karena tak mendengarkan penjelasan sang guru. Ratna terdiam duduk di depan kelas, selama tiga tahun sekolah baru kali ini Ratna keluar dari kelas. Tak tahu apa yang harus di lakukan Ratna memilih menuju kantin. Membeli minum dan snack untuk menemaninya.

Namun baru di pintu kantin, Ratna melihat pemandangan yang lagi lagi mengusik hatinya. Melihat Abi yang tengah makan di suapi oleh gadis tadi membuat Ratna malas ke kantin. Berputar arah menuju perpustakaan. Tak sadar bahwa Abi mengikutnya.

Di perpustakaan terasa percuma untuk Ratna, bahkan buku yang ada di depannya tidak dia baca sama sekali. Pikirannya hanya tertuju pada Abi. Bertanya tanya apakah sekarang dia sudah jatuh cinta pada Abi.

Entah sudah ke berapa kali Ratna menghela napas hari ini, seperti ada yang mengganjal di hatinya namun dia juga tak tahu apa.

"boleh duduk disini?"suara itu membuat Ratna cepat cepat menoleh. Melihat Abi ada di dekatnya entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa. Sejak kapan jatungnya seperti ini.

"Duduk aja,"ucap Ratna berpura pura cuek, kembali melihat bukunya.

Ratna membolak balik lembar buku di depannya, mencoba biasa saja agar tak terlihat salah tingkah di depan Abi.

"Kenapa di luar?"tanya Abi.

"Ha?"ucap Ratna tidak paham maksud pertanyaan Abi.

"Kamu kenapa di luar, gak ada pelajaran?"tanya Abi menjelaskan ucapannya tadi.

"Ada kok."

"Terus kenapa di luar,"tanya Abi lagi.

"Kamu sendiri kenapa di luar?"ujar Ratna balik bertanya.

"Kok balik nanya aku kan nanya kamu."

"Aku juga pengen tahu kenapa kamu di luar,"

"kenapa pengen tahu?"

"Karena___"Ratna terdiam tak tahu alasan apa yang harus dia katakan. Dia juga bingung kenapa dia ingin tahu kenapa Abi d luar. Memang itu uruannya.

"Kok diem."

"Emmm"Ratna terlihat bingung mau menjawab apa.

"Kamu gak nyaman ada aku disini?"tanya Abi menatap Ratna.

"Kalo gitu aku pergi."lanjutnya.

Abi berniat pergi saat tangannya di tahan oleh Ratna, Abi menatap Ratna menunggu apa yang akan dikatakan gadis itu.

"jangan pergi, jangan tinggalin aku sendiri."

"Maksud kamu?"tanya Abi tak paham.

"Jangan menghindar lagi, gak tahu kenapa aku nyesel udah ngomong gitu kemarin. Aku gak suka kamu cuek, gak suka kamu yang perhatian sama cewek lain. Intinya aku gak suka sama sikap kamu sekarang"Ratna menunduk, malu telah mengakui yang mengganjal di hatinya.

Abi tersenyum,mendongakkan gadis di depanya ini dengan memegang dagunya. Menatap pipi chubby yang tengah merona.

"Bukannya itu yang kamu pengen?"ucap Abi menatap mata sayu Ratna.

"Jangan pernah menyuruh aku pergi lagi, kalo kamu sendiri gak rela aku pergi."lanjutnya mengelus kepala Ratna penuh sayang.

"Maaf."Ratna memeluk Abi erat, menenggelamkan kepalanya dalam dekapan Abi.

"Iya. Tapi lepasin pelukannya. Bahaya kalo di liat guru."

Ratna segera melepas pelukannya, ingat dimana dia berada.

Kini dia tahu dia telah jatuh hati pada laki laki yang selalu mengganggunya ini, namun juga laki laki yang selalu perhatian padanya.

"I love you."

"Love you too."

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani