Apa yang Terjadi bila Bayi Minum ASI Basi? Ketahui juga Ciri-cirinya

Trending 2 months ago 16
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Selama menyusui dan berjuang memenuhi kebutuhan ASI Si Kecil, banyak Bunda yang menyetok ASI yang telah dipompa. Hal ini bertujuan sebagai cadangan atau stok bila Bunda harus bepergian tanpa Si Kecil.

Salam menyimpan ASI perah juga perlu dilakukan dengan panduan yang benar karena kalau tidak, dapat menyebabkan berkurangnya kualitas ASIP bahkan dapat basi lho Bunda. 

Lalu, bagaimana bila Si Kecil telanjur meminum ASI yang rupanya sudah basi? Apa saja bahayanya?


Yang terjadi kalau bayi meminum ASI basi

Jika Bunda tanpa sadar memberikan ASI basi kepada Si Kecil, biasanya mereka akan memuntahkannya. Tapi, kalau Bunda menyimpan ASI dengan mengikuti panduan penyimpanan yang ada, harusnya ASI tak akan basi.

“Sangat jarang ASI akan rusak kalau Anda mengikuti panduan penanganan dan penyimpanan ASI yang tepat,” kata Konsultan Laktasi Bersertifikat Dewan Internasional (IBCLC) yang berbasis di Hawaii, Deborah Dominici dikutip dalam Romper.

ASI yang basi atau rusak berisiko akan membikin Si Kecil terkena kontaminan yang telah tumbuh. Sebab ASI yang basi mungkin mengandung bakteri yang dapat berbahaya bagi Si Kecil dan membuatnya sakit.

Walaupun berisiko seperti di atas, tapi tak berarti Si Kecil akan sakit hanya karena tak sengaja meminum atau memuntahkan ASI ynga basi, Namun, Bunda harus ingat, Si Kecil itu tetap membangun sistem kekebalan pada tubuh, jadi memang lebih rentan terhadap penyakit.

Pada dasarnya, Si Kecil merasa sakit setelah mengonsumsi ASI yang basi atau rusak ialah karena keracunan makanan. Berapa lamanya Si Kecil sakit tersebut tergantung pada keadaan, seperti berapa banyak ASI basi yang dikonsumsi dan seburuk apa kondisi ASI-nya.

"Bergantung pada jumlahnya, Anda mungkin mau memantau gejala di rumah atau menghubungi tenaga medis," ujar dr. Mona Amin, DO, FAAP, dokter anak bersertifikat.

Gejala keracunan ASI basi pada bayi

Jika Si Kecil mengonsumsi ASI basi, kemungkinan ada tanda-tanda keracunan makanan yang mereka tunjukkan, seperti:

Muntah Diare Demam ringan Sakit perut secara keseluruhan

Sama halnya dengan penyakit bawaan makanan laiannya, gejala kemungkinan akan muncul dalam 2 hingga 48 jam. Terkadang ini akan sembuh dengan sendirinya, tapi kalau gejalanya tak kunjung membaik setelah sehari, lampau muntah berlebih atau demam di atas 101 derajat, segera hubungi tenaga medis untuk melakukan perawatan.

Klik halaman berikutnya untuk tau lebih lanjut tentang tanda-tanda ASI rusak dan bagaimana langkah menyimpannya.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga yuk video tentang 4 langkah menyimpan ASI perah yang benar.

[Gambas:Video Haibunda]