Anak Kurang Konsentrasi Alami Masalah Kesehatan Mental? Ini Pendapat Psikolog

Trending 4 days ago 4
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Kesehatan mental merupakan hal yang penting. Tak hanya pada orang dewasa, rupanya anak-anak juga dapat mengalami masalah pada kesehatan mentalnya, Bunda.

Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Samanta Elsener, M.Psi, kesehatan mental merupakan aktivitas yang berkaitan dengan emosi, pikiran, dan perilaku. Ketiga unsur ini akan saling memperlihatkan pengaruh ketika kesehatan mental anak terganggu.

"Tiga-tiganya berpengaruh. Jadi kalau kita bicara tentang kesehatan mental, dari ketiga hal ini saling berkaitan. Misalnya anak merasa sedih, ketika anak sedih, pikirannya terganggu, perilakunya dia nangis," katanya dalam Instagram Live bersama HaiBunda, Selasa (22/11/2022).


Samanta mengungkapkan Bunda juga dapat memandang kesehatan mental pada bayi. Meskipun bayi belum dapat berpikir, mereka telah mempunyai emosi dan perilaku.

"Jadi bahkan dari bayi pun dapat terlihat pengaruh kesehatan mentalnya bagaimana. Kalau kita bilang, bayi kan belum dapat mikir? Iya, tapi kan dia sudah dapat merasa, sudah ada emosinya, sudah ada perilakunya. Cuman kita enggak tahu yang dia pikirkan apa karena dia belum dapat berbicara sama kita," tuturnya.

Ciri-ciri balita alami stres

Sama seperti bayi, balita juga dapat memperlihatkan karakteristik ketika mengalami stres, Bunda. Hal ini bahkan dapat terlihat ketika mereka sedang bermain.

1. Raut wajah

Menurut Samanta, hal paling mudah yang dapat dilihat saat anak mengalami stres ialah raut wajahnya. Sama seperti anak yang tantrum, anak yang stres tak akan terlihat tersenyum.

"Terlihat dong (raut wajahnya). Anak yang tantrum saja kita tahu kan. Pasti mukanya enggak mungkin lagi ketawa," kata Samanta.

2. Mengacak-acak rambut

Anak yang sedang bingung saat bermain akan terlihat memainkan rambutnya. Misalnya saja menggaruk-garuk kepala, menarik rambut, atau bahkan mengacak-acak rambutnya, Bunda.

"Anak yang bingung pada saat main, biasanya dia akan garuk-garuk (kepala). Atau tarik-tarik rambut, atau dia acak-acak (rambut). Karena dia ngerasa bingung atau capek," tutur penulis kitab Pertanyaan Anak yang Sulit Dijawab Orang Tua ini.

3. Meninggalkan mainnya

Sama seperti orang dewasa, anak juga dapat jenuh dengan apa yang sedang mereka kerjakan. Saat ini terjadi, anak mungkin akan mengacak-acak mainannya atau bahkan meninggalkannya begitu saja.

"Atau mainannya langsung diberantakin saja. Terus dia pergi ke mana. Itu tanda dia jenuh dengan situasi. Itu juga dapat kita amati," ucap Samanta.

Pembahasan kesehatan mental pada anak ini sangat luas, Bunda. Lantas, apakah anak yang kurang konsentrasi juga dapat dikatakan mengalami masalah kesehatan mental?

Simak penjelasan lengkapnya di laman berikutnya yuk, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Jangan lupa saksikan juga video kesehatan mental anak dapat dipengaruhi unsur genetik berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]