Anak di Bawah 12 Tahun Dilarang Minum Kopi? Ini Penjelasannya Bun

Trending 4 days ago 4
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Belum lama ini viral di media sosial seorang Bunda memberi bayinya kopi susu sachet, Bunda. Kopi susu ini disebut-sebut sebagai pengganti susu kental manis (SKM). 

Dalam video yang beredar luas tersebut, orang uzur bayi tersebut mengungkap anaknya yang semula BAB sebanyak 10 kali, menjadi 9 kali usai mengonsumsi kopi sachet tersebut.

Hal ini lantas mengundang kecaman dari para netizen, Bunda. Pasalnya, kopi sendiri dikatakan tak bagus dikonsumsi oleh anak berusia di bawah 12 tahun.


Mengapa anak tak boleh minum kopi?

Melansir dari laman Insider, terlalu banyak kafein pada orang dewasa bahkan dapat menyebabkan berbagai masalah. Misalnya saja peningkatan kecemasan, peningkatan detak jantung dan tekanan darah, hingga gangguan tidur.

Karena anak-anak mempunyai tubuh lebih kecil, mereka juga mempunyai kebutuhan kafein yang lebih sedikit. Oleh karena itu, anak-anak yang mengonsumsi kopi tentu akan mengalami berbagai macam kondisi kesehatan.

Amerika Serikat tak mempunyai panduan formal tentang konsumsi kafein untuk anak-anak. American Academy of Child and Adolescent Psychology menegaskan anak di bawah 12 tahun sama sekali tak mengonsumsi kafein.

"Saya benar-benar tak akan merekomendasikan secangkir kopi biasa tiba usia 16 tahun atau lebih," kata Dr. Mehul Patel, dokter anak di Rumah Sakit Memorial Hermann.

Kafein bisa sebabkan ketergantungan

Mengutip laman Medical News Today, kopi mengandung kafein yang merupakan unsur psikoaktif alami. Sebuah laporan pada tahun 2017 menemukan bahwa anak usia 13 hingga 18 tahun mengalami peningkatan konsumsi kopi harian terbesar.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 37 persen anak-anak dalam golongan usia tersebut meminum kopi setiap hari, meningkat dari 23 persen pada tahun 2014 dan 31 persen pada tahun 2016.

Sementara itu, sebuah studi di tahun 2014 menunjukkan bahwa kopi menyumbang 10 persen asupan kafein pada anak-anak usia 2 hingga 11 tahun pada tahun 1999-2000. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 24 persen dari asupan kafein satu dasawarsa kemudian.

Efek samping kafein

Kafein merupakan stimulan yang dapat meningkatkan performa fisik, meningkatkan waktu reaksi, dan menunda rasa lelah. Namun, kafein juga dapat menyebabkan dampak samping lainnya seperti berikut:

Sakit perut Diare Mual Peningkatan buang air kecil Sakit kepala Pusing Kecemasan Gangguan tidur Gemetar Tremor otot

Selain kopi, minuman dan makanan dengan kafein apa lagi yang perlu dihindari oleh anak, ya? Klik baca halaman berikutnya ya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga video latih anak untuk mengenal sinyal lapar dan kenyang:

[Gambas:Video Haibunda]

fase-anak

Anak Usia 7-12 Bulan Ketahui lebih jauh perkembangan anak 7-12 bulan. Cek Yuk arrow-right