Profil instastories

Penyuka Sastra dan Pecinta Budaya Lokal

Aku Tunggu di Pertigaan Patung-Patung Penghias Kota

Ketika kota mulai ramai dengan candaan,

Entah itu menyakitkan,

Meskipun tertipu oleh lidah-lidah api terik,

Semua beterbangan bagai debu di keramaian kota,

Dan aku menyendiri menertawakannya di samping gadis berpayung hitam.

 

Kau tak merasa tergerak oleh ketukan hati,

Sibuk menanyakan waktu yang tidak mungkin terjadi,

Dan anehnya matamu baru saja memberi peringatan pertama,

Entah aku atau para penipu martabat itu.

 

Jika di kota ini masih meniup kenangan yang sama,

Aku tunggu di pertigaan patung-patung penghias kota,

Dengan setangkai kaktus untuk membuka luka batinmu.

 

...

 

Nekafehan, 01 April 2020

Pic: Kompasiana.com

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 2, 2020, 2:24 PM - RimaN
Jul 2, 2020, 2:08 PM - Andi widiarti
Jul 2, 2020, 2:07 PM - Alifa Pratiwi Faisal
Jul 1, 2020, 6:04 PM - Junita Safitri
Jul 1, 2020, 5:42 PM - Nanda Fitrya Mujayinatul Faujiyah