Profil instastories

"AKU" (part 2)

     Perpus adalah tempat para kutu buku berkumpul. Mereka membaca buku, meminjam buku, dan mencari informasi sebanyaknya di perpus. Tapi tidak dengan ku, bagiku perpus adalah tempat yang cukup langka untuk menjejakkan kaki ku. Yah, karena aku memang tidak suka belajar dan mencari informasi. Hari ini aku terpaksa menjejakkan kaki ku di tempat langka ini. Karena apa? Hanya karena hukuman dari Pak Dhani. Aku rapikan satu per satu buku yang belom tertata. Pastinya dengan wajah yang cemberut karena ini bukan kemauan ku. Ketika aku berjalan ingin menata buku di lemari yang lain. Tiba-tiba saja seseorang menabrak ku. Entah sengaja ataupun tidak yang pasti akibat tabrakan itu buku yang semula di tangan ku jatuh berserakkan di lantai perpus.

     Aku segera menunduk mengumpulkan kembali buku-buku tersebut. Dia membantu ku menggumpulkannya. Siapa lagi kalau bukan orang gak jelas yang menabrak ku. Aku bangkit berdiri mengatur semua kata-kata yang ingin ku lontarkan padanya. "Ehh, kalau jalan pake mata donk! Asal nabrak orang aja!" Dia kemudian berdiri dan " Aku minta maaf. Aku bantuin kamu tatain yah." "Gak usah bantuin aku. Aku bisa sendiri kok. Dan satu lagi gak usah sok kenal dan sok dekat sama aku yah." ucap ku memarahinya. Aku segera mengambil semua buku itu dan pergi meninggalkannya. 

     Tidak terasa bel pulang pun berbunyi. Gimana gak kerasa aku tertidur di pojok perpus. Untung saja tidak ada yang melihatku. Aku segera meninggalkan semua tumpukan buku yang belum selesai ku rapikan. "Udah bel aja nih, mending aku pulang aja." Aku berjalan keluar perpus dengan membawa tas di tangan. Aku memang sudah terbiasa jadi tontonan dan bahan pembicaraan orang-orang. Aku berjalan dengan santai dan tidak memperdulikan siapapun.

     "Hei tunggu!" Ada suara yang memanggil-manggil di belakang. Tapi aku tidak memperdulikan karena aku pikir bukan aku yang di panggil. "Hei tunggu,tunggu, kamu hei cewek misterius tunggu!" ternyata suara itu semakin dekat dengan ku. Tiba-tiba saja tangan seseorang mendarat di pundak ku dan aku sontak menghentikan langkah kaki ku. Aku melihat ke belakang dan ternyata dia si cowok gaje yang menabrak ku di perpus tadi. Sontak aku menepis tangannya dari pundak ku. "Hei apa-apan nih manggil-manggil gak jelas terus megang pundak orang lagi. Mau ku tonjok muka mu? Sini-sini." Dia berkeringat dan tampak kelelahan seperti barusan di kerja anjing gila. Dengan napas yang masih ngos-ngosan dia mencoba berbicara kepadaku "Aku....a....aku..." "Aku apa! Ngomong yang jelas nggak usah gitu juga kali. Cepetan mau ngomong apa?" bentak ku padanya. "Aku...aku minta maaf soal tadi di perpus" ternyata dia minta maaf lagi ke aku. "Iya-iya udah aku maafin. Udah nggak ada lagi kan? Yaudah aku cabut duluan yah" ucap ku sambil melangkahkan kaki ingin pergi. "Hei tunggu" ucapnya menghentikan langkah ku. "Apa lagi sih cowok gaje ini?" ucap ku dalam hati. "Nama ku Rian dan nama kamu?" dia bertanya sambil menyodorkan tangan ingin bersalaman dengan ku. "Ngapain nanya-nanya nama ku nggak penting!" bentak ku padanya. Aku kembali melangkah meninggalkannya yang hanya berdiam diri dan masih memandangi ku sampai keluar gerbang sekolah. 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Pensil dan Penghapus - Jul 4, 2020, 7:27 AM - Add Reply

Bagus..👍
Mampir di storyku ya kak.. Figura Tua

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani