Profil instastories

Akhir dari Tangisku

Akhir dari Tangisku

Karya : Natalia Manullang

 

Hari ke hari begitu saja, melihat pertengkaran ibu dan ayah, tanpa hari mereka bertengkar bagai sayur tanpa garam. Entah apa yang menjadi perdebatan mereka, tanpa memikirkanku anaknya, baku antam selalu dilayangkan kepada ibu. Ingin sekali belari dari sini, meninggalkan mereka, hanya saja tanggungjawab harus dikerjakan, mendamaikan ibu dan ayah tanggungjawab bagiku. Kakak menitipkan mereka kepadaku dan harus kukerjakan.

"Kak! Aku tak sanggup sendiri!" batinku di balik pintu kamar.

Bagaimana bisa mendamaikan mereka, sedangkan semua terjadi dituduhkan kepadaku, sekeras apapun mencoba membuat mereka mengerti tak mengembalikan semua. Berlahan melewati mereka, bahkan suara pamitku untuk pergi sekolah tak dipedulikan, melirikpun tidak. Mungkin begini nasib menjadi anak terakhir, jika dibayangan orang anak terakhirlah yang selalu diprioritaskan, itu semua salah besar, bagaimana mereka tahu anak terakhirlah yang menjadi sasaran jika orang tua bertengkar, menjadi saksi melihat ibu ditampar yang tak jelas penyebabnya. 

Pulang larut malam pun aku tak menjadi masalah bagi mereka, jika tak mengingat pesan terakhir kakak mungkin aku  lebih malam lagi pulang. 

"Clara, sekarang mereka tanggungjawabmu, seperti apapun mereka kamu akan jadi pendamai mereka," pesan kakak terakhir. Kakak yang begitu cepat pergi meninggalkan aku, bagaimana aku bisa kuat jika sumber kuatku kembali ke penciptanya. 

"Ya! Aku kuat! Jika kakak Claudia kuat menghadapi Ibu, Ayah, aku pasti bisa!" tekadku.

Tak banyak yang kuingini di dunia ini, melihat ibu ayah berdamai sudah sempurnalah bahagiaku. Masa kecil bersama mereka sangat indah, setiap minggu liburan, setiap malam yang menjadi waktu terbaik bercerita tentang keseharian. Aku merindukan semuanya itu, namun aku sudah tak anak kecil lagi, jika boleh meminta, kuhanya ingin mengulang masa kecil itu, bahkan tak usah terjadi masa seperti sekarang. Ketidak damaian keluarga dimulai saat kebangkrutan perusahaan ayah, ayah tertipu dengan rekan bisnisnya, yang berjanji melipat gandakan uang perusahaan, dan disertai kepergian kakak yang tak disangka akibat kelalaian ibu yang tak menjemput kakak pulang sekolah, kakak memutuskan pulang sendiri, saat menyebrang kakak ditabrakan mobil dan terseret jauh, menyebabkan kakak meninggal di tempat. "Hancur sudah kedamaian itu," kataku.

Memutuskan untuk berpamitan dengan ayah ibu pergi untuk mencari angin di tengah malam ini, tak ada sahutan dari mereka, aku memutuskan untuk pergi tanpa izin mereka. Ya kejadian yang kakak alami dulu terjadi sekarang padaku. Pihak rumah sakit menghubungi ayah, tak menunggu waktu lama mereka menemukanku terbaring indah di kasur. Tampak kulihat bagaimana sedihnya mereka melihat keadaanku. Aku tahu, aku akan menyusul kakak, tapi aku ingin melihat mereka mengembalikan kasih sayang merela satu sama lain.

"Yah, ibu, sebelum aku pergi, biarkan aku melihat ibu dan ayah saling memberi senyum termanis, memeluk satu sama lain, menguatkan satu sama lain. Biar akhir hidupku mendapatkan kasih sayang penuh dari kalian, peluk aku ibu ayah, pelukan kalian tanda kalian sayang padaku, jika tidak mau tak apa, biar kan aku pergi meninggalkan kasih sayangku kepada kalian," ujarku dengan mencucurkan air mata. 

Mereka melirik sekilas dan langsung mengwujudkan permintaanku, ya pelukan terakhir yang kubawa pergi, jika aku jumpa dengan kakak aku tenang, tanggungjawabku telah usai, tak tahu apa yang terjadi ketika usai jenazahku di kebumikan, apakah mereka masih bertengkar atau mengembalikan kedamaian yang 15 tahun silam. 

 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments
Eva - Apr 20, 2020, 2:21 PM - Add Reply

Baguss

You must be logged in to post a comment.
Boaii🥀blackrose - Apr 20, 2020, 2:39 PM - Add Reply

baguss..😉

You must be logged in to post a comment.
Mei Elisabet Sibarani - Apr 20, 2020, 2:45 PM - Add Reply

Bagus sekali😍

You must be logged in to post a comment.
Teguh Ardiansyah - Apr 20, 2020, 2:53 PM - Add Reply

👍👍

You must be logged in to post a comment.
Yowany Chintya Claudia - Apr 20, 2020, 2:57 PM - Add Reply

Mantap 👍

You must be logged in to post a comment.
Rismar Wahyu - Apr 20, 2020, 3:02 PM - Add Reply

Suka dengan ceritanya. Keren 😊

You must be logged in to post a comment.
Khairun Nisa AF - Apr 20, 2020, 3:06 PM - Add Reply

Sukaaa. Ditunggu karya lainnya yah ❤

You must be logged in to post a comment.
Adinda Febry - Apr 20, 2020, 3:08 PM - Add Reply

Jalan ceritanya bagus.

You must be logged in to post a comment.

You must be logged in to post a comment.

Stori terkait
Jul 8, 2020, 1:15 PM - Annisa mahmudah
Jul 6, 2020, 10:20 PM - Chocho_Yucho
Jul 3, 2020, 6:34 PM - Tjahjono widarmanto
Jul 3, 2020, 6:26 PM - Nnaga
Jul 3, 2020, 1:07 PM - Kristina Dai Laba
Jul 2, 2020, 2:25 PM - Mei Elisabet Sibarani