7 Teori Tahapan Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini hingga Remaja

Trending 2 months ago 16
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Penelitian tentang perkembangan orang sebenarnya bersifat unik dan individual ya, Bunda. Maka dari itu, pembentukan teori perkembangan psikologi anak untuk mengalami banyak perkembangan hingga saat ini.

Sejumlah teori perkembangan psikologi anak tersebut kerap dimanfaatkan untuk menjelaskan berbagai aspek pertumbuhan manusia.

Anak-anak sering dipandang hanya sebagai 'versi kecil' dari orang dewasa. Namun, nyatanya proses tumbuh kembang yang dialami juga beragam. 


Pemahaman tentang perkembangan anak sangat krusial karena memungkinkan kita sebagai orang uzur untuk sepenuhnya menghargai pertumbuhan kognitif, emosional, fisik, sosial, dan pendidikan yang dilalui oleh mereka. 

Macam-macam teori tahapan perkembangan psikologi anak

Ada banyak teori perkembangan anak yang telah dikemukakan oleh para pakar dan peneliti. Berikut ulasan tentang beberapa teori yang terkenal seperti dilansir berbagai sumber:

1. Teori perkembangan psikoseksual oleh Freud

Melalui penelitiannya, Sigmund Freud meyakini bahwa pengalaman masa kanak-kanak dan keinginan bawah sadar memengaruhi perilaku seseorang. 

Dalam teori psikoseksual Freud, perkembangan anak terjadi dalam serangkaian tahapan yang berfokus pada area kesenangan tubuh yang berbeda. Selama setiap tahap, anak menghadapi konflik yang memainkan peran krusial dalam perkembangannya.

Dikutip dari Very Well Mind, kalau beberapa teori perkembangan anak lain menunjukkan bahwa kepribadian lanjut berubah dan tumbuh sepanjang hidup, Freud percaya bahwa pengalaman awal yang malah memainkan peran terbesar dalam membentuk perkembangan. 

Freud menyebutkan kepribadian orang sebagian besar terbentuk pada usia lima tahun.

2. Teori perkembangan psikososial oleh Erikson

Teori delapan tahap perkembangan psikososial Erik Erikson menggambarkan pertumbuhan dan perubahan sepanjang hidup, berfokus pada interaksi sosial dan konflik yang muncul selama berbagai tahap perkembangan.

Sementara teori perkembangan psikososial Erikson berbagi beberapa kesamaan dengan teori Freud, tetapi secara dramatis ada perbedaan dalam banyak hal. 

Alih-alih berfokus pada minat seksual sebagai kekuatan pendorong dalam perkembangan, Erikson percaya bahwa interaksi dan pengalaman sosial juga memainkan peran penting. 

Teori perkembangan Erikson menggambarkan proses ini dari bayi hingga kematian. Selama setiap tahap, orang dihadapkan pada konflik perkembangan yang berdampak pada kegunaan selanjutnya dan pertumbuhan lebih lanjut.

3. Teori perkembangan perilaku anak

Menurut perspektif teori ini, seluruh perilaku orang dapat dijelaskan dengan pengaruh lingkungan. Teori perilaku perkembangan anak berfokus pada bagaimana interaksi lingkungan memengaruhi perilaku.

Teori ini sangat berbeda dengan teori perkembangan anak lainnya karena tak mempertimbangkan pemikiran atau emosi internal. Sebaliknya, teori ini murni berfokus pada bagaimana pengalaman membentuk siapa kita.

Simak kelanjutan ulasannya di halaman berikut ini yuk, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga video gaya parenting Nikita Willy terhadap anak pertamanya:

[Gambas:Video Haibunda]