5 Mitos dan Fakta Seputar Gerakan Tutup Mulut pada Si Kecil

Trending 5 days ago 6
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Ketika anak memasuki usia 6 bulan dan mulai mengonsumsi makanan padat, anak kerap susah meningkatkan berat badan karena ada berbagai unsur penyebabnya. Akhirnya, Si Kecil pun melakukan gerakan tutup mulut (GTM).

Jika GTM ini terjadi selama beberapa hari, Bunda tak perlu khawatir. Namun, beberapa kasus anak susah makan terjadi hingga berminggu-minggu dan susah diatasi.

Anak-anak yang melakukan GTM atau mogok makan tak selalu terlihat kurus, Bunda. Sebagian anak bahkan tetap terlihat berisi meskipun melakukan GTM dalam waktu yang lama.


Berbagai macam hal dapat menyebabkan anak mogok makan. Salah satunya ialah karena menu yang Bunda sajikan.

Penelitian menunjukkan selera makan orang uzur berpengaruh pada menu yang disajikan ke anak. Sebaiknya, orang uzur juga memahami selera makan anak ya. Bisa jadi, selera makan anak sangat berbeda dengan Ayah dan Bunda.

Kesukaan makanan anak bukan dari perspektif orang tua. Baik orang tua, ataupun anak punya food preference sendiri. Jadi, belum tentu saat Bunda suka ayam goreng, Si Kecil akan menyukai makanan yang sama.

Mitos dan fakta GTM

Ada banyak mitos yang tersebar di masyarakat tentang gerakan tutup mulut pada anak nih, Bunda. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretan faktanya:

1. Mitos: Anak susah makan boleh diberi susu saja

Faktanya: Anak yang GTM boleh diberikan makanan cair agar nutrisinya tetap terpenuhi, Bunda. Pada anak yang mogok makan atau GTM, pemberian susu sebagai makanan pengganti dapat diberikan selama tiga hari saja. Lebih dari itu, lemak mulai pecah dan anak tak dapat mendapatkan kalori untuk energi.

"Jika lebih dari tiga hari anak tetap mogok makan, sebaiknya segera dibawa ke dokter. Namun, ini beraksi kalau gizi kurang dan berat badannya turun drastis selama mogok makan," kata Dr. dr. Aryono Hendarto, Sp.A (K), MPH, Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM, pada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Jika tak muncul masalah, Bunda tetap dapat memberikan susu sebagai pengganti makan selama dua minggu. Lebih dari itu, disarankan untuk beralih ke makanan cair karena kalorinya sama dengan makanan padat.

2. Mitos: Ada suplemen makanan yang diklaim dapat menambah nafsu makan anak untuk sembuhkan GTM

Faktanya: Pemberian suplemen boleh diberikan kalau isinya vitamin dan mineral, Bunda. Namun, apakah ini dapat mengatasi GTM pada anak?

Kekurangan vitamin dan mineral dapat mengurangi nafsu makan anak. Sayangnya, pemberian suplemen tak efektif pada anak-anak yang tak membutuhkannya, terlebih kalau anak menolak makan karena langkah pemberian makan yang kurang benar (inappropriate feeding practices) dan neophobia. Pemberian suplemen tidaklah berguna.

"Pemberian suplemen sebaiknya dilakukan apabila GTM sudah berlangsung agak lama atau lebih 6 bulan. Dilihat juga apakah berat badan anak tak kunjung naik dan mengalami tanda kurang gizi lainnya," imbuh dokter Aryono.

Klik baca halaman berikutnya untuk memandang mitos dan fakta lainnya yuk, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

[Gambas:Video Haibunda]

fase-anak

Anak Usia 7-12 Bulan Ketahui lebih jauh perkembangan anak 7-12 bulan. Cek Yuk arrow-right