Profil instastories
Ali
Ali

5 cerita seorang penulis muda

5 CERITA MENULIS MEREKA

 

1.       Rahmat Hidayat (Founder CSI)

Assalamualaikum wr. wb..

Salam sejahtera bagi kita semua..

Om swastiastu..

Namo buddhaya..

Salam kebajikan..

Dan,

SALAM LITERASI!!!✊🏻✊🏻✊🏻

 

Hai sahabat literasi, apa kabar? Alhamdulillah, semoga di manapun teman² berada selalu diberi kesehatan, aminn...

 

Sebelum itu, ada kalanya kita perkenalan terlebih dahulu. Untuk menambah kawan dan relasi.

Perkenalkan nama saya Rahmat Hidayat, pria beruntung berkelahiran  Banyuwangi. Untuk CV lebih detailnya sudah dipaparkan oleh moderator ya..

Saya mempunyai sosial media IG dan Twitter ; @rhidayy

Mungkin teman² ingin mengenal sosok saya lebih jauh lagi.

 

Baik, tanpa lama² dan banyak cakap, di sini saya disuruh untuk berbagi/sharing mengenai pengalaman di dunia literasi.

 

Sebenarnya tak banyak pengalaman saya, juga tak sedikit pula.

Terhitung saat saya duduk di bangku SD-SMP, saya tidak suka, bahkan benci yang namanya literasi/membaca. Kenapa?

Sebab membaca adalah suatu kegiatan yang membosankan, karena notabenenya hanya memfokuskan visualisasi saja, yang artinya hanya indra pengelihatan saja yang dominan digunakan. Tak semenarik audi visual seperti film atau semacamnya.

 

Berlanjut saat saya SMP kelas 3, saya sangat suka membuat quotes/kata mutiara. Hingga teman² menyebut saya sebagai bapak motivator SMP.

Namun apakah saya suka dengan literasi? Tetap tidak suka.

Karena apa? Karena saya hanya suka bikin quotes saja, untuk membaca saya tetap tidak suka.

Lalu bagaimana saya akhirnya suka dengan literasi?

 

Ceritanya adalah waktu saya mencari referensi quotes di google. Tanpa sengaja menemukan quotes yang bagi saya cukup menarik, ternyata itu adalah quotes milik Tere Liye. Pasti teman² tidak asing lagi kan akan sosok beliau.

 

Nah dari situ saya mulai kepo tentang perjalanan hidup beliau. Hingga akhirnya saya mencoba mendownload ebook milik beliau dan saya hanya membaca di bagian quotes saja, karena masih tidak suka membaca lebih.

Namun dari waktu ke waktu yang awalnya hanya suka quotes menjadi beralih suka dengan dialog. Dari dialog beralih menjadi suka narasinya. Dan lama kelamaan saya suka sepenuhnya bagian dari sebuah buku.

 

Dari situ saya mulai gemar dengan dunia literasi. Hingga berlanjut sampai SMA kelas 2, saya waktu itu pegiat organisasi. Total ada 7 organisasi, dan dari 7 itu saya menduduki jabatan ketua di 4 organisasi.

 

Lantas saya berpikir, mengapa kecintaan saya di dunia literasi ini tidak saya tularkan pada teman² lainnya? Maka dari situ saya mulai punya pemikiran untuk meracuni teman² saya untuk cinta atau minimal tertarik dengan dunia literasi.

 

Karena apa?

Karena tekad saya adalah saya tidak mau peradaban yang semakin maju ini, yg menyongsong teknologi 4.0 dan menuju 5.0, akan menjadi jaman pra aksara kembali. Jaman dimana manusia belum tau baca tulis. Dan saya tidak mau karena ketidaksukaan teman² kepada membaca untuk literasi membuat peradaban menjadi mundur, menjadi purba kembali.

 

Akhirnya saya mencoba untuk mengimplementasikan kecintaan saya terhadap dunia literasi dengan organisasi saya.

 

Waktu itu saya memberanikan diri untuk membuat event "five hundred to donated." Jadi, setiap siswa diharapkan sedekah sebesar 500 rupiah per bulannya untuk dibelanjakan buku, yang nantinya akan di distribusikan ke lokasi² yang membutuhkan literatur.

 

Dan Alhamdulillah antuasiasme orang² cukup positif. Dari kegiatan itu saya dan teman² bisa mengumpulkan sekitar 20-30 buku/literatur per bulannya. Dan jabatan saya waktu itu 2 tahun. Berarti 24 bulan x 30 buku = 720 buku. Memang tidak banyak, tetapi teman² akan bisa merasakan ketika si penerima bantuan buku itu tersenyum kepada teman², dan itu membuat hati sangat damai dan senang. Kalo tidak percaya, bisa teman² coba sendiri.

 

Dan berkat ketidaksengajaan itu, saya hingga kini sering menjadi perwakilan prodi untuk mengikuti lomba² seperti essay, opini dan LKTI. Yah meskipun tidak pernah juara. Tetapi perasaan yang akan dirasakan teman² akan bangga dan gembira ketika kepercayaan ribuan manusia dilimpahkan kepada teman², untuk mewakili mereka. You can feeling that.

 

So, pesan yang tersirat sari pengalaman saya yang ingin saya bagikan kepada teman² adalah ;

Jika teman² terjun ke literasi untuk menjadi seorang penulis, maka tanamkan di hati teman² bahwa menjadi penulis harus bisa 'memuaskan diri sendiri' berupa menghargai karya sendiri dan 'memuaskan konsumen/pembaca' . Karena itulah yang dinamakan penulis yang sukses dan hebat. Penulis yang mampu saling memberi feedback yang positif dan saling menguntungkan, bukan penulis yang terkenal. Karena terkenal bukan sebagai tolak ukur keberhasilan di dunia literasi, tetapi dari sebagaimana kita memberikan dampak positif dan mampu meracuni sekitar kita untuk suka dengan literasi.

 

Lalu bagaimana jika kita terjun ke literasi bukan untuk menjadi penulis, tetapi menjadi pelaku literatur?

Jawabannya adalah seperti kisah yang saya contohkan tadi. Teman² bisa mengimplementasikannya dengan kesibukan teman². Ngga harus sama, karena teman² punya passionnya masing². Buatlah dengan cara teman² sendiri untuk mengaplikasikannya.

 

Mungkin itu saja sedikit sharing pengalaman literasi dari saya. Apabila ada salah penyampaian maupun diksi, saya mohon maaf. Karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.

 

Selanjutnya teman² bisa bertanya. Jika saya bisa menjawabnya akan saya jawab. Jika tidak bisa, maka akan saya jadikan PR. Itu prinsip yang saya pegang selama mengisi seminar di manapun itu. Karena percuma jika saya tidak bisa menjawab tetapi sok tau, atau bahkan mencarinya di google. Itu tidak akan klimaks dalam menjawab.

 

Terimakasih atas partisipasinya, cukup sekian dari saya. Semoga dapat bermanfaat.

 

Wassalamu'alaikum wr. wb.

SALAM LITERASI!!!✊🏻✊🏻✊🏻

 

 

2.       Frida Pramadipta (Pegiat Literasi)

Assalamualaikum wr.wb.. Selamat sore semuanya.. bagaimana kabarnya hari ini? Semoga tetap sehat selalu ya di rumah😆

Jadi saya akan sharing sedikit cerita di dunia kepenulisan. Meski sedikit semoga bisa dirasakan kebermanfaatan nya😁

Perjalanan saya  memilih dunia kepenulisan sebagai jalan ninja cukup panjang. Semua berawal saat saya menginjak pertengahan semester satu. Saya mulai berpikir (Alhamdullilah bisa mikir), Apa yang saya cari? Apa yang harus saya tekuni? Sekelumit pertanyaan ini cukup membuat saya tidak nyenyak tidur. Perlu diakui saya seorang introvert, duit energi sangat minim jika harus dikerahkan duduk ngopi ngalor-ngidul bersama banyak teman untuk menjawab pertanyaan diatas.

 

Suatu ketika, di malam yang dingin ada seorang teman kelas yang tiba-tiba mengirim esai yang baru saja ia buat untuk meminta pendapat saya. Sontak cukup terkesima, karena baru ini baca esai. Sebelumnya, saya benar-benar tidak tahu menahu tentang sastra. Di SMA saya hanya bergelut dengan kimia, fisika dan matematika yang hingga kini membuat saya trauma dengan rumus-rumusnya.

Saya baca dengan seksama esai tentang politik tersebut. Saya cukup terkesima, karena tulisan yang dibuat sangat ringan namun tajam. Menunjukkan betapa sang penulis memperhatikan dengan seksama setiap perubahan dunia hari ini. Dari sinilah, saya mendapatkan hidayah (tidak untuk hijrah) bahwa dengan melihat karya  tulisan seorang saja sebetulnya bisa menunjukkan karakternya.

 

Menulis bukan hal yang mudah bagi saya. Menerjemah peristiwa menjadi serangkaian kata hingga bisa memahamkan pembaca  dibutuhkan ketelatenan luar binasa! Merasa tertantang, awal dulu saya memberanikan membuat cerpen fiksi. Pendapat teman saya cukup membuat remuk hati yang rapuh ini. Menurutnya tulisan saya tidak konsisten, kaidah kepenulisan berantakan, alur tidak jelas bahkan tidak ada klimaks. Tidak ada hikmah yang bisa diambil dari cerita saya. Miris!

 

 Tapi lihat sekarang,  di satu buku antologi yang sama saya menjadi yang terbaik dan teman saya mendapat urutan ketiga. (Tepuk tangan yang meriah👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻)😂

Ya! hanya dengan bermodalkan TIDAK MENYERAH, saya bisa mengatakan mendapat beberapa pengalaman di bidang menulis ini.

 

 

Tapi perlu diluruskan, teman-teman yang sedang belajar menulis memiliki tujuan masing-masing. Tidak melulu harus menjadi penulis. Sama hal nya dengan seorang yang belajar berenang. Ia tidak harus bertujuan menjadi perenang hebat. Bisa saja sekedar hobi, diet atau kesehatan lainnya.

 

 

Menulis bagi saya merupakan kegiatan positif yang bisa menjadikan cara berpikir kita menjadi sistematis dan runtut. Bisa mendapatkan hal ini adalah mahal bagi saya. 😊

Tips saya jika teman-teman ingin konsisten menulis adalah:

1.Nulis di tempat dan waktu yang membuat kalian nyaman

2.Temukan sujana (role model) kalian. Kalau saya memilih bang Fiersa Besari dan bang Boy Candra. Bisa ambil contoh perjalanan bang Boy  yang baru bisa nerbitin novel pertama setelah 4 tahun nulis. Semua ga lepas dari keuletan dan tekad beliau yang begitu gigih.

3.Membaca, dengan begini nomenklatur dan gaya menulis akan lebih variatif.

4.Jangan plagiasi , ketahuan banget kalau ga tulus menulis sepenuh hati. Kembangkan frasa kalian.

5.Bikin timeline, missal seminggu sekali harus ada karya yang jadi. Ga perlu target tinggi, bisa nulis selembar kegiatan kalian sehari-hari sudah hebat!😆🥳🥳

Dengan menulis bisa membuka cakrawala berpikir kita. Setidaknya untuk diri kita, selebihnya adalah bonus karena mampu memberikan kontribusi pemikiran yang nyata!

 

Salam hangat,

 

Frida Pramadipta :)

 

 

 

 

 

3.       Adi Yusuf (Pengiat Literasi dan Penulis Buku Sendurian)

Menulis itu harus Luangkan Waktu Menulis

Sisihkan lima atau sepuluh menit waktu Anda. Ambil gawai dan menulislah.

Atau ambil notes dan pena, lalu menulislah. Sedikit tidak masalah, asal rutin melakukannya.

Dengan cara ini Anda akan merasakan bahwa Anda tidak memerlukan mood untuk menulis. Mood adalah sesuatu yang harus Anda singkirkan jauh-jauh, jika mood menjadi penghambat Anda menulis.

Masalah mood hanyalah kemanjaan yang harus Anda perangi.

Kenginan menulis harus Anda wujudkan menjadi sebuah tindakan menulis. Dan itu memerlukan sedikit kemauan untuk menyingkirkan penundaan dan tidak ambil peduli terhadap mood Anda.

Jadi, abaikan saja mood Anda.

Jika Anda merasa waktu Anda terlalu sempit untuk menulis, maka menulislah secepat-cepatnya dalam waktu yang sempit.

 

Menulislah apa adanya, seperti Anda berbicara. Menulis semudah berbicara.

 

Terus menulis dan tetap menulis…

 

4.       Inayatun Diraya (Juara 1 menulis puisi, opini se Madura dan Juara 3 Essay se-Jatim)

Assalamualaikum wr.wb.. Selamat sore semuanya.. bagaimana kabarnya hari ini? Semoga tetap sehat selalu ya di rumah yaa😁

 

Mohon maaf sebelumnya karena keterlambatan saya karena ada kendala jaringan 🙏🙏

 

Saya ucapkan terima kasih kepada moderator @Ka Nila KSK  yang terlah memberikan waktu kepada saya dalam bercerita seputar pengalaman menulis saya😊

Sore ini aku bakalan cerita tentang pengalaman pribadi menulis.

kenapa harus menulis?

“ Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tdak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

 

( Pramoedya Ananta Toer )

 

Alasan pertama saya menulis bisa dikatakan karena panggilan hidup dalam pribadi saya untuk menuangkan apa yang saya pikirkan yg nantinya bermanfaat bagi orang lain disekitar.

 

Awal menulis

 

Sejak kecil pun saya sering menulis apa yang dilakukan keseharian biasanya ku tuangkan dalam buku diary pribadi. Meranjak remaja (sekolah menengah pertama) hal tersebut sudah saya tinggalkan dikarenakan lebih fokus ke pelajaran sekolah waktu itu padahal kadang ada waktu luang entah dimasa itu males banget. Memasuki kelas XI SMA, saya mendapatkan notifikasi dari kakak tingkat untuk ikut event online puisi. Dimasa itu juga merasa aneh, aku semangat banget buat belajar nulis.  Hingga akhirnya aku nekat untuk masuk salah satu Forum disekolah yaitu FLP (sudah gak asing lagi yaa). Di FLP aku udah mulai untuk menggali betul dunia kepenulisan mulai sedikit berkarya nihh... Waktu amburadul banget tapi dorongan dari beberapa pengurus FLP selalu menguatkan. Menulis seperti kita hidup, ketika kita hidup di sekitar orang-orang yang baik maka kita juga akan menjadi orang yang baik. Tetapi ketika kita berada di sekitar orang yang tidak baik lambat laun terpengaruh menjadi orang yang tidak baik pula. Begitu pula dengan menulis, ketika kita berada ditengah-tengah komunitas dengan intensitas menulis yang intensif maka lambat laun akan memacu untuk menulis.

Selain bergabung ke forum menulis. Saya suka sharing² dengan teman-teman apalagi bagi mereka yang sudah paham betul dalam dunia literasi. Motivasi terbesarku saat menulis pada saat waktu itu adalah bisa berprestasi diluar akademik. Ketika banyak teman² seangkatanku fokus pada bidang eksak dan disitulah keinginanku ingin berbeda dari mereka. Disamping bisa eksak aku ingin juga menuangkan ide² ku lewat tulisan. Alhasil dari hanya sebatas ingin ikut event online puisi aku rajin banget buat keperpus, pernah juga ikut LKTI pada waktu itu😁 intinya dalam menulis harus giat-giat membaca.

Dalam mengembangkan keterampilan menulis tidak bisa melakukannya dengan cara instan, ketrampilan seorang penulis yang handal dikarenakan kebiasaannya menulis, untuk itu kita hanya perlu menekan diri kita untuk mau menulis setiap hari, lama kelamaan dengan kebiasaan seperti itu maka tanpa kita sadari pikiran dan tangan akan terasa sudah menyatu dan terasa mudah, lancar dalam menulis.

Peran utama untuk mengembangkan bakat menulis tentunya adalah Komunitas/Forum. Dari situ kita bisa berdiskusi, saring kasih saran karya yang kita buat dan sering up date seputar kepenulisan apalagi untuk penulis pemula.

Berikut manfaat yang saya dapat bergabung komunitas

1. Ingin terus berkarya, Dengan melihat anggota lainnya terus menghasilkan karya, pasti akan membuat kita terpacu untuk terus menulis dan memperbaiki kualitas tulisan. Pernah saya menjadi anggota BMS (Belajar Menulis Sajak) yang setiap minggu harus berkarya. Tiap minggu dulu waktu itu karena masih pemula juga. Alhamdulillah hingga akhirnya menjadi kebiasaan merasa gak enak jika gak menulis.

 

2. Pengetahuan baru,

If you want to be writer, you must do two things above all others, read a lot, write a lot. There's no way around these two things that I am aware of, no shortcut.

(Stephen King)

 

Satu hal yang tidak bisa ditinggalkan bagi kalian saat menulis adalah membaca. Misal ada event menulis essay, harus tetep up date info terkini apalagi masalah masyarakat bisa dibaca koran ataupun berita-berita online lalu dikaitkan referensi dibuka/teori yang kalian pelajari.

 

3. Menumbuhkan ide,

Dengan mengikuti komunitas, ide akan semakin terasah dan semakin banyak karena interaksi  antar anggota. Sharing antar anggota akan semakin memperkaya ide penulisan, mulai dari hal yang awalnya tidak terpikirkan menjadi terpikirkan karena adanya rangsangan dari anggota lain.

 

4. Belajar gratis, baik offline maupun online kebanyakan yang saya ikut GRATIS, kecuali ada pelatihan khusus tapi kebanyakan lebih sering ikut komunitas online. Kita bisa meminta bimbingan para master tanpa membayar karena adanya ikatan kelompok komunitas tersebut.

 

“Sendiri mungkin akan membuat kita berjalan lebih cepat, namun kita tidak akan mampu melakukan perjalanan jauh jika hanya sendiri.”

Salam semangat!😊

 

5.       Rifatul Sa’adah (Pegiat Literasi)

Assalamualaikum semua Kaka kaka KsK gimana kabarnya😁

Mohon maaf saya masuk tidak sesuai jadwal yang di tentukan,

Walaupun demikian kita masi bisa menyambung sirahturahmi walau hanya lewat online🥺

Dan terima kasih ka @Putri Ayu KSK 😍

Sedikit berbagi cerita saya sekarang yang sedang saya olah  saat ini😁 motivasi,Wawasan dan pengalaman yang cukup merupakan nilai penting untuk menciptakan sebuah karya yang dapat menggugah bahkan memalingkan perhatian kita di tengah era globalisasi ini seperti puisi, lagu, cerita bahkan berita.

Semua memiliki naskah atau sekenario masing masing seperti ide juga penting untuk memulai segala sesuatu terutama menulis.

Mungkin ada penulis lahir dengan bakat atau kesenangannya dalam menulis.sejak SD saya selalu menjadikan menulis sebagai teman curhatan hati dan menjadikan menulis sebagai ketenangan disaat waktu sengang😁  Namun, saya sampai detik ini belum sepenuhnya masuk ke dalam jiwa seorang penulis. Saya agak kesusahan untuk melahirkan kata-kata yang cukup baik sehingga dapat dinilai minimal baik oleh para pembaca. Namun, saya akui menulis itu bukan hanya sekedar menghubungkan kata-kata, agar menjadi sebuah kalimat yang baik dan benar.

Kadang saya juga berpikir selain mendapatkan ketenangan apasih enak nya menulis? karena pikiran yang ingin saya tuangkan dalam sebuah tulisan itu selalu mengalami kesulitan. Tak jarang membuat saya melakukannya dengan cara yang instan yakni mencopi paste dari sumber internet.Saya mengakui sebelumnya hal tersebut disebabkan karena kurangnya minat baca dan motivasi yang selama ini belum ada dalam diri saya. Namun ada sebuah tulisan dari teman saya yang membuat saya termotivasi untuk menulis yang dimana tulisannya ini menceritakan sebuah kejujuran, kerendahan hati dan ketulusan seorang penulis pemula sama seperti saya yang ingin memberikan semangat kepada pembacanya melalui tulisannya, sehingga saya berharap dengan jejak langkah awal menjadi seorang yang dapat bermotivasi bagi orang lain  inidapat memberikan saya semangat yang lebih agar dapat membagi cerita dan informasi yang bernilai positif untuk semua.😄

Itu semua memang membutuhkan ide juga mempertahan kan ide Dan memang mendapat kan ide itu sulit ditambah mempertahan kan ide tersebut,banyak membaca membuat kita mendapatkan ide untuk menulis jujur saya pribadi selalu merasa malas jika membaca,gimana si caranya kita kurangin malas dalam membaca?dan selalu minat di pavoritkan membaca untuk mendapat kan ide dalam waktu senggang sehari hari.

Saya pribadi mendapatkan dari  teman teman literasi saya yang membuat saya bersemangat ada di dunia literasi😁

3cara agar tidak malas membaca buku.

 

1. Mempunyai motivasi yang kuat

Punya motivasi kuat itu penting karna semakin menguat kan kita untuk tidak malas membaca,dan harus ada alasan motivasi contoh saya memiliki motivasi membaca untuk mendapatkan ide dan mempertahankan ide.

 

2. MEMILIH BUKU YANG SESUAI KEINGINAN

Kenapa harus sesuai keinginan? Karna jika tidak sesuai akan membuat kita  merasa bosan, pilih lah yang membaca buku mulai dari yang  di inginkan itu akan membuat kita menekuni untuk membaca.

 

 3 BANGUN LAH RASA CINTA TERHADAP BUKU😍

Karna itu akan membuat kita semakin bersemangat untuk membaca.dan terkadang tampa merasa kan cinta terhadap buku saya pribadi sering mengabai kannya🤭

Sekian dari saya ,saya kembalikan lagi ke ka @Putri Ayu KSK 😍

Maaf untuk segala gala nya,terima kasih untuk waktunya 😍

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.