3 Cara Membicarakan Pornografi pada Anak Menurut Psikolog, Kapan Waktu Tepat?

Trending 5 days ago 5
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Kian berkembangnya teknologi membikin kita sebagai orang uzur semakin waspada terhadap konten tak layak yang kemungkinan terpapar oleh anak. Tidak terkecuali konten pornografi.

Anak dapat saja tak sengaja terpapar foto atau video porno saat mereka asyik bermain gadget. Rasa mau tahu anak akan hal-hal berbau seksual sebetulnya ialah sesuatu yang normal, Bunda.

Namun, berbicara mengenai pornografi harus sesuai dengan usianya. Di era yang maju seperti saat ini, akan lebih mudah memuaskan rasa mau tahunya di internet melalui ponsel atau gadget yang mereka miliki.


Sayangnya, apa yang mereka lihat di internet kemungkinan jauh lebih gamblang dan spesifik daripada yang ditemukan oleh anak-anak pada era dahulu. Orang uzur era sekarang bahkan nyaris tak mungkin menghindari pornografi pada anak.

Kapan waktu yang pas membicarakan pornografi pada anak?

Menurut Psikolog Anak, Samanta Elsener, M.Psi, membicarakan perihal pornografi pada anak sangat penting, Bunda. Hal ini juga merupakan bagian dari pembelajaran seks yang dapat dimulai ketika anak masuk ke usia pubertas.

"Porno dapat dibicarakan ke anak sebagai bagian dari sex education yang sudah dapat mulai dibicarakan saat anak masuk ke fase pubertas pertama kira-kira usia 9 atau 10 tahun," kata Psikolog Samanta pada HaiBunda, baru-baru ini.

Tak hanya itu, Samanta turut mengatakan Bunda dapat mulai membicarakan hal ini kalau anak sudah menunjukkan tanda atau perilaku anak yang mengarah ke pornografi. Bicarakan juga hal ini kalau Bunda menemukan jejak digital berupa foto atau video dengan unsur pornografi.

"Atau kalau anak menunjukkan perilaku yang mengarah ke porno atau ditemukan jejak digital berupa foto atau video dengan unsur pornografi," tambahnya.

Usia anak tertarik pada musuh jenis

Biasanya anak mencari-cari hal berbau pornografi karena mereka mulai tertarik dengan musuh jenisnya, Bunda. Menurut Samanta, sejak usia empat tahun, anak sudah dapat diamati apakah mereka mempunyai ketertarikan pada musuh jenis. Namun, pada usia ini biasanya anak hanya tertarik karena sifat atau perilaku musuh jenis.

"Umumnya di periode usia empat tahun ini ketertarikannya karena sifat atau perilaku musuh jenis yang kocak atau bagus atau seru diajak main bersama. Belum ada ketertarikan fisik. Mulai usia pubertas kira-kira usia 9 atau 10 tahun baru muncul ketertarikan secara fisik juga," tutur psikolog sekaligus penulis kitab ini.

Psikolog Samanta juga mengatakan anak usia 4 hingga 5 tahun sudah mulai mempertanyakan tentang jenis kelamin lainnya. Beberapa anak mungkin mempertanyakan hal ini di usia yang lebih muda.

Lantas seperti apa tanda anak mulai senang memandang hal-hal berbau pornografi? Simak selengkapnya di laman berikutnya, ya.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga video dampak terlalu lama memandang layar gadget untuk mata anak dan langkah mengatasinya berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]